PAN: UMP DKI 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta Sudah Sangat Layak

ADVERTISEMENT

PAN: UMP DKI 2023 Naik Jadi Rp 4,9 Juta Sudah Sangat Layak

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 14:55 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani
Zita Anjani (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani merespons positif kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI sebesar 5,6 persen menjadi Rp 4,9 juta. Namun Zita juga menyinggung proyeksi ekonomi global tahun depan yang dibayangi ancaman resesi.

"Ya bagus, dong, naik Rp 4,9 juta, tetapi yang paling penting kita harus antisipasi tahun ke depan itu kan di negara lain ya itu resesi. Nanti kalau resesinya sampai ke Indonesia gimana? Walaupun kita di DKI tetap optimis ya. Karena kita negara berbasis pangan," kata Zita kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, kenaikan UMP DKI perlu mempertimbangkan sisi pengusaha. Dia menyebutkan, jika terlalu menekan pengusaha, akan berdampak pada perekonomian di Jakarta.

"Jadi harus tetap diantisipasi, jangan sampai juga terlalu menekan pengusaha, nggak mampu nanti kolaps semua ekonominya, baik itu pengusahanya, tidak mampu menggaji karyawannya," ujarnya.

Menurutnya, banyak perusahaan yang merasa berat dengan kenaikan UMP DKI menjadi Rp 4,9 juta. Diketahui, buruh berharap kenaikan UMP sebesar 10-13 persen.

"Saya saja melihat fakta di lapangan dengan gaji Rp 4,9 juta, itu masih banyak yang berat kalau perusahaan-perusahaan. Apalagi kalau Rp 5,1 juta, saya rasa berharap boleh saja Rp 5,1 juta, tetapi kita lihat kemampuan pengusaha-pengusaha kita di DKI. Jadi saya rasa level DKI Rp 4,9 juta itu sudah sangat layak," kata Zita Anjani.

UMP DKI Naik Jadi Rp 4,9 Juta

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta masih melakukan finalisasi mengenai upah minimum provinsi (UMP) tahun 2023. UMP DKI ditetapkan naik 5,6 persen sehingga menjadi Rp 4.900.798.

"Saat ini kami sedang melakukan finalisasi terkait penetapan UMP 2023. Mudah-mudahan nggak ada perubahan terkait penetapan UMP di sebesar sesuai usulan yang disampaikan pada saat rapat sidang dewan pengupahan 22 November 2022 mengusulkan sebesar 5,6% sesuai Permenaker No 18 Tahun 2022 menggunakan Alfa 0,2," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Andriansyah di Balai Kota Jakarta, Senin (28/11).

"Jadi UMP Pemprov DKI 2023 sebesar Rp 4.900.798," lanjutnya.

Terkait hal itu, buruh menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang sebesar 5,6% tersebut. Menurut Presiden Partai Buruh Said Iqbal, kenaikan UMP DKI 5,6% tidak akan bisa memenuhi kebutuhan buruh dan rakyat kecil di DKI.

Selain itu, UMP DKI yang naik 5,6% akan mengakibatkan UMK di seluruh Indonesia menjadi kecil. Maka dari itu, Partai Buruh dan organisasi Serikat Buruh mendesak agar UMP DKI Jakarta direvisi menjadi sebesar 10,55% sebagai jalan kompromi dari serikat buruh yang sebelumnya mengusulkan 13%.

"Bilamana tuntutan di atas tidak didengar, mulai minggu depan akan ada aksi besar di berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk menyuarakan kenaikan upah sebesar 10 hingga 13%," tegas Said Iqbal.

Simak Video: Ini Daftar Kenaikan UMP 2023

[Gambas:Video 20detik]

(lir/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT