Massa Moncong Putih Jateng Duduki Markas Pecahan PDIP

Massa Moncong Putih Jateng Duduki Markas Pecahan PDIP

- detikNews
Rabu, 26 Jul 2006 11:09 WIB
Semarang - Panti Marhaenis yang selama ini dijadikan markas Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) -- pecahan PDIP -- diduduki ratusan kader PDIP. Pendudukan ini terkait rencana Rakernas PDIP pada 29 Juli-1 Agustus 2006.Massa datang secara bergelombang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Antara lain dari Magelang, Grobogan, Blora, Salatiga, Pekalongan dan daerah lainnya.Massa mendatangi Panti Marhaenis di Jl Majapahit, Semarang, Rabu (26/7/2006) sejak pukul 04.00 WIB dinihari. Mereka memasang sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar gedung yang dibangun sejak tahun 2002 itu dikosongkan.Bunyi spanduk antara lain, "Panti Marhaenis adalah rumahku", "Panti Marhaenis adalah monumen sejarahku", "Kembalikan Panti Marhaenis kepada kami!". Selain itu massa juga memasang bendera PDIP.Sejak semalam hingga kini, massa yang sebagian besar mengenakan pakaian satgas PDIP berwarna hitam-hitam masih terlihat berkumpul di halaman dan jalan di depan gedung.Pendudukan ini dilakukan dengan alasan Panti Marhaenis dibangun dengan menggunakan dana PDIP. Namun dalam perkembangannya bangunan berlantai dua dimiliki oleh mantan Ketua DPD PDP Jawa Tengah Mardijo, yang dipecat Megawati Soekarnoputri dari jabatan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.Sementara, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Murdoko menyatakan, pengatasnamaan bangunan secara pribadi menyalahi komitmen antara PDIP dengan kelompok lain yang mengaku sebagai PDIP.Dia menyebutkan, bangunan ini sejak awal dimiliki oleh partai, tapi bisa dimiliki orang lain. "Kami meminta kelompok lain atau partai lain tidak mengklaim ini sebagai kantornya," pinta Murdoko.Dari keterangan pihak kepolisian sementara ini gedung dalam status quo. Kelompok manapun, baik PDIP maupun PDP dilarang menggunakan tempat tersebut untuk kegiatan politik.Untuk mengamankan situasi, puluhan polisi dari Poltabes Semarang berjaga-jaga di sekitar lokasi. Bahkan di sekitar gedung telah dipasangi pita kuning police line. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads