Bharada E Takut Bernasib Seperti Yosua Bila Tolak Perintah Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Bharada E Takut Bernasib Seperti Yosua Bila Tolak Perintah Ferdy Sambo

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 14:00 WIB
Bharada Richard Eliezer menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan tersebut.
Bharada Richard Eliezer (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menjelaskan alasan dia tidak berani menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Richard mengaku takut bernasib sama seperti Yosua.

"Memang Ferdy Sambo ini siapa sih, kenapa kok bisa ditakuti, dia kan penegak hukum?," tanya hakim di ruang sidang di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

"Takut, Yang Mulia," jawab Richard

"Kenapa takutnya?" timpal hakim

"Saya pada saat dia kasih tahu (skenario pembunuhan) ke saya di Saguling pikiran saya, saya akan sama seperti almarhum yang mulia," jelasnya.

Selain itu, perbedaan pangkat Ferdy Sambo yang saat itu Jenderal Bintang dua dengan jabatan Kadiv Propam Polri menjadi alasan Richard tak bisa menolak perintah tersebut. Richard mencontohkan perbedaan pangkat dia dengan Sambo bagaikan langit dan bumi.

"Ini jenderal bintang dua menjabat sebagai Kadiv Propam, Yang Mulia. Dan posisi saya saat itu sampai saat ini, jabatan saya Bharada, pangkat terendah. Dari pangkat saya bisa lihat rentang pangkat itu bagai langit dan bumi," kata dia.

"Jangankan jenderal, sesama Bharada kalau dia beda satu pangkat sama saya dia suruh saya jungkir, saya jungkir. Saya tidak berani menolak, kalau dia suruh push-up saya lakukan. Apalagi ini jenderal," imbuhnya.

Richard menegaskan dirinya merasa berdosa dan bersalah karena mengikuti skenario yang dibuat Sambo untuk membunuh Yosua.

"Saya merasa berdosa, merasa bersalah. Karena saya mengikuti apa yang diperintahkan beliau," pungkasnya.

Eliezer dalam sidang ini sebagai saksi dalam perkara Biripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Eliezer juga jadi terdakwa dalam kasus ini, dia didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Bripka Ricky Rizal melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lihat Video: Eliezer Cerita Susi ART Sambo Nangis di Kamar Sampai Pasang Status

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT