Warga Kampung Bayam Aksi di Balai Kota DKI Besok, Tuntut Kunci Hunian

ADVERTISEMENT

Warga Kampung Bayam Aksi di Balai Kota DKI Besok, Tuntut Kunci Hunian

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 10:33 WIB
Kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tampak kosong. Usai Ahmad Riza terkonfirmasi positif corona, gedung Blok B Balai Kota ditutup sementara.
Balai Kota DKI (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Warga Kampung Bayam akan mendatangi Balai Kota DKI. Mereka ingin permasalahan Kampung Susun Bayam (KSB) cepat diselesaikan.

Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (54),mengatakan rencananya aksi akan digelar Kamis (1/12/2022). Dia menyebut aksi dimulai pukul 08.00 WIB.

"Untuk rencana aksi ke Balai Kota jadi nya besok, hari ini tidak jadi," kata Asep saat dikonfirmasi, Rabu (30/11).

Asep mengatakan warga menuntut JakPro untuk segera mengizinkan warga menghuni KSB. Selain itu, mereka juga menuntut agar uang sewa yang ditawarkan dapat lebih murah.

"Menuntut agar pihak JakPro segera menyerahkan kunci hunian, dan mengizinkan kami masuk. Nominal harga sewa yang tidak memberatkan masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengatakan harga sewa Kampung Susun Bayam di dekat Jakarta Internasional Stadium (JIS) disesuaikan dengan Pergub Nomor 55 Tahun 2018. JakPro menyebut tarif tertinggi rusun tersebut Rp 765 ribu per bulan.

"Hari Jumat lalu telah kami sampaikan pada warga tentang tarif sewa sesuai Pergub," kata Vice President Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Syachrial Syarief kepada wartawan, Senin (28/11).

TarifKampung Susun Bayamini masuk pada kategori terprogram dengan jenis bangunan tower dengan tarif tertinggi Rp 765 ribu pe bulan. Syachrial menyebut sebagian calon penghuni menerima tarif tersebut.

"Ya +/- 765 ribu. Sebagian menerima sebagian masih pikir-pikir," katanya.

Bisa Dihuni Jika Sudah Deal Harga Sewa

Jakpro mengatakan warga dapat menghuni Kampung Susun Bayam kapan saja. Vice President Corporate Secretary PT Jakpro Syachrial Syarief menyebut KSB dapat dihuni setelah melakukan penandatanganan perjanjian dengan JakPro dan paguyuban pengelolaan lingkungan KSB.

"Pada prinsipnya kapan saja warga bisa menghuni KSB, jika sudah sepakat dengan isi perjanjian secara tertulis dengan pihak Jakpro dan paguyuban atau koperasi," ujar Syachrial dalam keterangannya, Sabtu (26/11).

Syachrial mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan proses peralihan pengelolaan KSB ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Dia menyebut JakPro memiliki SLA atau standar layanan untuk KSB selama proses transisi berlangsung.

"Tujuannya agar warga berperan aktif menjaga keberlanjutan lingkungan KSB," katanya.

(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT