AKP Ridwan Jelaskan Alur HP Yosua Disita dari Propam hingga Ada di Puslabfor

ADVERTISEMENT

AKP Ridwan Jelaskan Alur HP Yosua Disita dari Propam hingga Ada di Puslabfor

Wildan Noviansyah - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 16:24 WIB
Ridwan Soplanit
Ridwan Soplanit (Foto: 20Detik)
Jakarta -

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menjelaskan alur penyitaan ponsel milik Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J usai insiden penembakan di kompleks Duren Tiga, Jaksel. Dia menegaskan ponsel Yosua awalnya sitaan dari divisi Propam Mabes Polri hingga akhirnya berada di Puslabfor Polri.

"Betul karena memang berdampak untuk Polres Jakarta Selatan juga HP tiba-tiba ada di kita. Padahal cerita utuhnya itu, dua HP itu kita lakukan penyitaan di tanggal 15 di Propam Mabes," kata Ridwan saat bersaksi di sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa (29/11/2022).

Ridwan menjelaskan saat itu Ipda Arsyad Daiva Gunawan selaku Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dipanggil Propam untuk mengambil barang pribadi, termasuk ponsel milik Yosua dan mengamankannya di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Jadi Ipda Arsyad saat itu dihubungi dari Propam untuk mendatangi Propam melakukan penyitaan terhadap barang-barang milik Yosua. Di antaranya dua HP yang dimaksud," kata dia.

Setelah itu, Ridwan memerintahkan untuk melakban ponsel tersebut. Dia lanjut memerintahkan ponsel tersebut untuk diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan proses lebih lanjut. Di samping itu, pihaknya turut fokus memeriksa saksi di kasus tersebut, dari Bharada Richard Eliezer, Ricky Rizal, hingga Kuwat Maruf.

"Tiba di Polres saya suruh melakukan diisolasi, kemudian Ipda Arsyad melaporkan pada saya bahwa barang bukti sudah diamankan. Dan perintah saya saat itu untuk ditindak lanjuti melakukan pemeriksaan langsung di Inafis dan Puslabfor," jelasnya.

"Saat itu tanggal tersebut Ipda Arsyad, Samual, kita sudah mulai melakukan fokus pemeriksaan terhadap tiga saksi di Bareskrim. Jadi tanggal 14 15 kita full melakukan pemeriksaan. Sehingga saat itu saya memerintahkan Ipda Arsyad selalu melakukan pengawasan di TKP," imbuhnya

Ridwan menegaskan alur tersebut perlu disampaikan agar meluruskan isu yang menyebut Polres Metro Jakarta Selatan yang mengamankan ponsel Yosua sejak awal. Tapi faktanya ponsel tersebut sitaan dari Propam Mabes Polri.

"Saat itu dengan alasan itu saya panggil Ipda Teddy untuk membantu mengirimkan barang bukti di Inafis atau Labfor. Itu cerita utuhnya, jadi bukan dua HP tersebut milik Yosua berangkat dari Polres Jaksel, itu hasil penyitaan kita dari Propam," pungkasnya.

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT