Puan Kenang Hubungan 'Mesra' RI-Kamboja di Masa Lalu

ADVERTISEMENT

Puan Kenang Hubungan 'Mesra' RI-Kamboja di Masa Lalu

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 13:48 WIB
Puan dan Raja Kamboja
Foto: DPR
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Raja Kamboja Norodom Sihamoni di Phom Penh. Pada kesempatan itu, Puan berbagi kenangan masa lalu yang terjalin antara Indonesia dan Kamboja.

"Saya merasa sangat terhormat untuk dapat bertemu dengan Yang Mulia, Raja Norodom Sihamoni, yang merupakan simbol persatuan nasional, perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bagi rakyat Kamboja," kata Puan dikutip dari laman resmi DPR, Selasa (29/11/2022).

Pada kunjungan Jumat (25/11) pagi, Puan menyebut Kamboja sebagai negara yang tidak hanya dekat dengan Indonesia, tapi keluarganya. Dikatakan Puan, Bung Karno dengan ayah Raja Norodom Sihamoni, yakni Raja Norodom Sihanouk memiliki hubungan yang cukup spesial.

"Presiden pertama Indonesia, Bapak Soekarno dan Yang Mulia Raja Norodom Sihanouk merupakan sahabat dan bahkan sudah seperti keluarga, dan mereka bertemu secara rutin," ucapnya.

Diketahui, Presiden Soekarno dan Raja Sihanouk pertama kali bertemu pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Keduanya memiliki pandangan politik yang sama untuk menggelorakan semangat antipenjajahan dan mendukung kemerdekaan.

"Mereka menentang perang dingin dan tidak menghendaki negara di Asia-Afrika untuk berpihak. Negara Asia-Afrika harus bebas menentukan sikapnya dalam melakukan hubungan internasional," terangnya.

Dia mengatakan Soekarno dan Raja Sihanouk saling mengunjungi dari tahun 1959 -1965. Menurutnya, Soekarno sebagai kepala negara yang paling sering datang ke Phnom Penh. Bahkan, Kamboja sudah seperti rumah kedua bagi Soekarno.

"Presiden Soekarno menyukai beberapa kota di Kamboja, seperti Phnom Penh, Sihanoukville, dan Angkor. Kamboja seperti rumah kedua bagi Presiden Soekarno saat itu," jelas Puan.

Sementara itu, kata dia, Raja Sihanouk mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Gajah Mada (UGM). Begitu pula dengan Presiden Soekarno yang mendapat doktor kehormatan dari Royal University Phnom Penh.

Lebih lanjut, Puan juga mengapresiasi bentuk penghargaan yang diberikan Kamboja untuk Indonesia. Dikatakannya, hubungan dekat antara Indonesia dan Kamboja di masa lalu perlu ditumbuhkan melalui program kerja sama yang dapat saling menguntungkan bagi semua pihak.

Apalagi, kata Puan, Indonesia dan Kamboja telah menjalin persahabatan sejak abad 8-9 Masehi, meski hubungan diplomatik kedua negara baru dimulai pada tahun 1957 dengan menganut prinsip-prinsip kemitraan.

"Saya berharap Indonesia dan Kamboja terus memperkuat hubungannya secara bilateral maupun secara regional dengan negara ASEAN lainnya, termasuk di bidang ekonomi, sosial dan politik," tuturnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT