Bareskrim Bidik Sejumlah Perusahaan Lain di Kasus Gagal Ginjal Akut

ADVERTISEMENT

Bareskrim Bidik Sejumlah Perusahaan Lain di Kasus Gagal Ginjal Akut

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 11:35 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Gedung Bareskrim (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri tengah melengkapi alat bukti terkait keterlibatan sejumlah perusahaan lain di kasus gagal ginjal akut. Polisi selanjutnya bakal melakukan gelar perkara usai alat bukti lengkap.

"Kita lagi ada perusahaan-perusahaan lain yang kita lengkapi alat buktinya, baru akan kita gelar perkara apakah nanti muncul perkembangan yang baru atau tidak. Nanti kita tunggu aja ya hasil pembuktian yang sedang dilakukan oleh penyidik," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat dihubungi, Selasa (29/11/2022).

Pipit belum membeberkan berapa jumlah perusahaan farmasi tersebut. Dia juga belum menginformasikan lokasi perusahaannya.

"Ya di beberapa tempat ya. Nanti kita umumkan pastinya ya. Tidak bisa disebutkan sekarang kalau belum pasti. Dilakukan gelar perkara gitu ya," ucap Pipit.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut, yaitu PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical. Kedua perusahaan tersebut terancam 15 dan 10 tahun penjara.

"Teruntuk CV Samudera Chemical terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (17/11/2022).

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 60 angka 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan Atas Pasal 197 Jo Pasal 106 Jo Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

"Kemudian, PT Afi Farma selaku korporasi disangkakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 201 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar," ucap Dedi.

Penyidik akan melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya dugaan supplier lain PG yang memenuhi standar mutu untuk pembuatan obat ke PT Afi Farma dan melakukan pemeriksaan saksi dan ahli serta melakukan analisis dokumen yang ditemukan.

"Kemudian melengkapi berkas perkara dan melimpahkan ke JPU," katanya.

Lihat juga video 'Tim Advokat Ungkap Kondisi Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Anak':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT