Early Warning Tsunami Aceh Tidak Berfungsi

Early Warning Tsunami Aceh Tidak Berfungsi

- detikNews
Rabu, 26 Jul 2006 01:33 WIB
Banda Aceh - Sistem peringatan dini gempa dan tsunami di Ulee Lhue, Meuraksa, Banda Aceh belum berfungsi. Padahal alat ini sudah dibangun beberapa bulan lalu dan diresmikan langsung oleh Presiden SBY.Peralatan ini tidak dihubungkan dengan Stasiun Geofisika, hingga jika gempa yang berpotensi tsunami tidak bisa segera dikabarkan pada masyarakat. "Sampai sekarang early warning system memang belum dihubungkan dengan peralatan kita di sini. Kita juga belum pernah dihubungi Pemda soal sirine itu," jelas Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Geofisika Mata Ie, Aceh, Eridawati, Selasa (25/07/2006). Jika terjadi gempa di Aceh dikatakan Erida, mereka biasanya hanya melaporkan peristiwa tersebut ke Satkorlak, Polisi, Kodam dan juga RRI serta televisi. Setelah itu barulah kabar tersebut disebarkan ke masyarakat. Ironisnya, peralatan yang ada di Stasiun Goefisika ini terkadang baru bisa melaporkan kekuatan gempa setelah 20 menit kejadian karena alat yang kurang memadai. "Tapi karena kita jaringan tidak masalah. Kita mendapat laporan lengkapnya dari stasiun yang ada di Jakarta," ujarnya. Dari pantauan detikcom di lokasi menara Early Warning System, tak ada petugas yang berada di lokasi sistem peringatan dini. Lokasi ini adalah 1 unit menara salah satu BTS selular yang dipasangi berbagai alat dan 1 kontainer berisi peralatan yang juga berfungsi sebagai kantor. Luas areal sekitar 5x5 meter itu dipagari tembok dan besi. Gerbang pintu digembok, halaman ditumbuhi rumput liar dan satu bangkai mobil sedan teronggok persis di depan pintu masuk. Padahal sirine peringatan dini ini terbilang cukup penting, mengingat Aceh adalah salah satu wilayah yang berpotensi dihantam tsunami jika merujuk pada peristiwa tsunami 26 Desember 2004 silam. Apalagi, kawasan Ulee Lhue merupakan salah satu kawasan terparah yang diterjang tsunami. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads