Upaya Polri Jaga Obvitnas Migas untuk Capai Target Produksi Nasional

ADVERTISEMENT

SKK Migas IOG Convention 2022

Upaya Polri Jaga Obvitnas Migas untuk Capai Target Produksi Nasional

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 20:00 WIB
SKK Migas
Foto: SKK Migas
Jakarta -

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut mendorong tercapainya target minyak dan gas (migas) nasional. Adapun komitmen ini diwujudkan melalui upaya penjagaan keamanan obyek vital nasional (obvitnas) di sektor hulu migas.

Adapun upaya Polri dalam mengamankan obvitnas mengacu pada Keppres No 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional.

"Ketetapan status obvitnas setelah melalui proses yang panjang dan berbagai kajian melalui aspek teknis dan nilai strategis dengan tujuan agar tercapai keberlangsungan usaha sehingga bermuara pada kestabilan," ujar Kepala Korps Sabhara Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Inspektur Jenderal (Pol) Priyo Widyanto dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Hal ini ia sampaikan di acara 3rd International Oil and Gas Convention 2022 yang diselenggarakan SKK Migas di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (25/11).

Lebih lanjut, Priyo menyampaikan kementerian dan lembaga teknis telah menetapkan jumlah obvitnas seluruhnya mencapai 1.951 objek. Adapun jumlah ini terdiri atas Kementerian ESDM sebanyak 552 objek, Kementerian Perindustrian 91 objek, Kementerian Perhubungan 1056, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 201 objek dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 51 objek.

Sementara itu, terdapat 92 obvitnas yang menjadi tanggung jawab SKK Migas. Jumlah ini telah ditetapkan oleh Menteri ESDM melalui Keputusan Menteri ESDM No 202.K/HK.02/MEM.S/2021 tanggal 18 Oktober 2021.

''SKK Migas memiliki peran yang sangat penting agar usaha berjalan seimbang antara teknis dan regulasi," katanya

Sertifikat Predikat Emas

Dalam kesempatan ini Priyo mengatakan terdapat tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang meraih Predikat Emas atau kategori Baik Sekali dalam penerapan manajemen keamanan dari Polri. Ketiga KKKS itu antara lain, Donggi Senoro LNG, Petrochina International, dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java.

"Sertifikat ini ada tiga kategori yakni Emas, Perak dan Perunggu. Dari 18 obyek vital nasional, terdapat tiga objek vital yang mendapat sertifikat dengan Predikat Emas, sementara 15 objek lainnya masih dalam proses sertifikasi," paparnya.

Ia menambahkan pemberian sertifikat ini merupakan bukti upaya dari Kapolri dan SKK migas dalam menjaga obyek vital nasional.

"Ini sangat serius dilakukan sertifikat ini bukan formalitas, artinya ketika dalam melaksanakan, memang memenuhi persyaratan," jelasnya.

Di samping itu, sertifikat ini juga berkontribusi langsung kepada perusahaan, antara lain manajemen mampu deteksi dini potensi gangguan, mencegah dan menanggulangi gangguan. Selanjutnya, manajemen memiliki keandalan usaha karena terbebas dari ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun luar.

Terakhir, lanjutnya, manajemen dapat menggunakan sebagai tolok ukur yang akuntabel, dan meningkatkan kepercayaan untuk investor dalam maupun luar negeri .

Seperti diketahui. selain sertifikat keamanan, Polri juga memberikan jasa pengamanan dengan menempatkan personel di obyek vital. Adapun penempatan jumlah personel dilakukan berdasarkan potensi ancaman hinggi luas area kegiatan hulu minyak dan gas.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT