KPK: Dito Mahendra Mangkir Panggilan Sebagai Saksi Kasus Korupsi Nurhadi

ADVERTISEMENT

KPK: Dito Mahendra Mangkir Panggilan Sebagai Saksi Kasus Korupsi Nurhadi

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 16:30 WIB
Ali Fikri
Foto: Ali Fikri (Ari Saputra)
Jakarta -

Nikita Mirzani sempat mengungkapkan pelapornya Dito Mahendra pernah diperiksa KPK terkait kasus korupsi. Namun KPK menyebut Dito tak pernah memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkap bahwa Mahendra Dito sempat dipanggil penyidik pada Selasa (8/11) silam. Selain Dito, Ali menyebut ada pihak lain yang bernama Siek Citra Yohandra pada Kamis (24/11).

"Dari informasi yang kami terima, ada dua orang saksi yang tidak hadir dan tanpa konfirmasi maupun keterangan terkait alasan ketidakhadirannya," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Ali membenarkan bahwa pemanggilan itu berkaitan dengan kasus korupsi yang menjerat Nurhadi. Dia menambahkan, saat ini penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti, termasuk dari keterangan para saksi.

"Karena proses pengumpulan alat bukti yang masih tetap dilakukan tim penyidik, sedianya telah dilakukan pemanggilan patut bagi saksi- saksi untuk hadir di gedung Merah Putih KPK," jelasnya.

Dia menambahkan, pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi diharapkan dapat kooperatif terhadap panggilan penyidik KPK. Ali memastikan permintaan atas keduanya bakal dijadwal ulang.

"KPK mengimbau untuk kooperatif dan kembali hadir memenuhi panggilan berikutnya dari tim penyidik," tutup Ali.

Adapun dalam perkara ini, Nurhadi telah divonis bersalah di kasus perkara suap dan gratifikasi senilai sekitar Rp 49 miliar dalam pengaturan sejumlah perkara di lingkungan peradilan. Dia terbukti menerima suap dan gratifikasi dari Dirut PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Sebelum ditangkap KPK, Nurhadi sempat jadi buron selama hampir 4 bulan. Kemudian,x` pada 1 Juni 2020, KPK menangkap Nurhadi di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dinyatakan melanggar Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 dan 65 ayat 1 KUHP.

Nikita sebut Dito pernah diperiksa KPK. Simak di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT