Kuliah Purnawirman Didanai Dubes RI & Pemerintah Singapura

Kuliah Purnawirman Didanai Dubes RI & Pemerintah Singapura

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 18:30 WIB
Pekanbaru - Purnawirman, juara Olimpiade Fisika Asia asal Riau, selama duduk di Nanyang Technological University Singapura, mendapat beasiswa Dubes RI bekerjasama dengan pihak universitas dan Pemerintah Singapura. Hal itu ditegaskan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA I Pekanbaru, Khaidir, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jl Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. Penegasan ini dikatakan menyusul polemik di media tentang beasiswa Purnawirman serta isu yang menyebutkan dia akan pindah sebagai warga negara Singapura. "Barusan siang ini, Purnawirman datang ke sekolah kita dalam rangka liburan semester. Dia juga terkejut melihat polemik di media massa. Dia menegaskan, kalau dirinya masih menjadi warga negara Indonesia," kata Khaidir. Dia menjelaskan, untuk urusan beasiswa selama di Nanyang University jurusan Fisika, mantan siswanya itu didanai pihak Dubes RI berkerjasama dengan pihak Pemerintah Singapura. "Memang beasiswa itu bukan dari pemerintah provinsi. Hal ini merupakan yang wajar saja. Siapa pun siswa yang berprestasi pihak universitas memberikan fasilitas khusus," kata Khadir. Masih menurut Khaidir, sebenarnya Purnawirman juga ditawari mendapat beasiswa dari ITB di Bandung. Hanya saja, dia memang memilih untuk berkuliah di Singapura. Malah, saat pertama kali masuk bangku kuliah, Pemerintah Singapura menawarkan kontrak kerja selama 6 tahun setelah meraih gelar sarjana. "Tapi pengakuan dia kepada kami, dia menolak tawaran kerja itu. Dia hanya meminta menjadi mahasiswa lepas di sana. Dan tawaran menjadi mahasiwa lepas tanpa kontrak jerja ini diterima pihak universitas. Karena statusnya mahasiswa lepas, setelah tamat nanti, dia akan melanjutkan jenjang S2 di Amerika," Khaidir. Selama setahun menjadi mahasiswa di Singapura, lanjut Khaidir, nilai Purnawirman juga bagus dengan IP 4,9. Hanya satu mata kuliah yang nilainya di bawah 5 yakni Kimia. "Mungkin ini bisa terjadi karena selama ini Purnawirman lebih fokus bidang Fisika," kata Khaidir. Tak lama setelah wawancara ini berlangsung, Purnawirman muncul ke ruangan kepala sekolah. Pria dengan tinggi sekitar 160 meter beperawakan kecil dengan kaca mata minus, ini duduk mendampingi kepala sekolahnya. Namun dia sendiri tidak banyak menjawab pertanyaan dari wartawan. Dengan singkat Purnawirman menjelaskan, kuliah di Singapura merupakan tawaran dari universitas setempat. "Saya memang mengisi sejumlah angket soal tawaran beasiswa di sejumah universitas termasuk di Indonesia. Dari sejumlah tawaran itu, saya memilih di Nanyang University," terangnya. Benarkah Anda pernah meminta bantuan beasiswa ke Pemprov Riau? Pertanyaan ini langsung dipotong pihak Kepsek SMA I Pekanbaru. "Dia tidak pernah meminta bantuan apa pun ke Pemprov Riau. Tapi memang ketika dia meraih juara satu Olimpiade Fisika tingkat Asia di Pekanbaru, saya pernah memfasilitasi untuk bertemu dengan Gubernur Riau. Tapi, waktu itu memang kami tidak bertemu. Setelah itu, Purnawirman mendapat bantuan dari gubernur Rp 10 juta atas keberhasilannya meraih juara tingkat Asia," kata Khaidir. (nrl/)


Berita Terkait