Serangan Israel ke Libanon Tewaskan Perempuan Indonesia
Selasa, 25 Jul 2006 18:01 WIB
Jakarta - Serangan brutal Israel ke Libanon mengakibatkan tewasnya seorang buruh migran perempuan Indonesia yang sedang bekerja di Libanon. Informasi ini disampaikan LSM Migrant Care dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Selasa (25/7/2006).Migrant Care menyebutkan, menurut Kantor Berita Kuwait (Kuwait News Agency (KUNA) tanggal 15-16 Juli 2006, pada hari Senin tanggal 11 Juli 2006, peluru kendali Israel menghantam pemukiman penduduk sipil di kawasan Soor, Libanon bagian selatan. Serangan ini mengakibatkan kematian beberapa penduduk sipil.Di antara yang tewas adalah 2 warga negara Kuwait yang bernama Abdullah Ahmad bin Nikh (75 tahun) dan Haidar bin Nihki (35 tahun) dan juga PRT-nya yang berasal dari Indonesia. Namun hingga saat ini identitas warga negera Indonesia tersebut belum diketahui.Kedua jenazah warga Kuwait tersebut kini telah dikirim ke Kuwait dan diterima oleh keluarganya pada hari Minggu, 16 Juli 2006. Sementara nasib jenazah PRT migran asal Indonesia belum jelas keberadaannya dan bagaimana pengurusannya."Atas peristiwa ini Migrant Care turut berduka cita atas kematian PRT migran Indonesia dan warga sipil akibat kebrutalan serangan Israel. Berita duka ini juga membuktikan masih adanya warga Indonesia yang bekerja sebagai PRT Migran di Libanon berada dalam ancaman kematian akibat konflik bersenjata," ungkap Migrant Care.Migrant Care juga menyesalkan sikap lambat pemerintah Indonesia dalam penanganan kasus ini. Hingga saat ini tidak ada upaya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai identitas PRT migran asal Indonesia tersebut. Bahkan kemungkinan besar pemerintah Indonesia belum mengetahui peristiwa ini."Untuk hal tersebut, Migrant Care mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk segera menindaklanjuti kasus ini," demikian Migrant Care.
(nrl/)











































