Hari AIDS Sedunia 1 Desember: Sejarah dan Tema Peringatan 2022

ADVERTISEMENT

Hari AIDS Sedunia 1 Desember: Sejarah dan Tema Peringatan 2022

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:21 WIB
Hari AIDS Sedunia 1 Desember diperingati setiap tahun. Peringatan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit HIV/AIDS.
Kampanye Hari AIDS 2022 (Foto: WHO)
Jakarta -

Hari AIDS Sedunia 1 Desember diperingati setiap tahun. Peringatan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat terhadap bahaya penyakit menular HIV/AIDS.

Lalu, bagaimana sejarah peringatan Hari AIDS di seluruh dunia? Berikut serba-serbi Hari AIDS sedunia 2022.

Tema Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022

Dilansir situs resmi WHO, tema Hari AIDS 2022 adalah "Equalize" atau "Menyamakan". Hari AIDS 2022 mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri HIV/AIDS.

HIV/AIDS tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Selama beberapa tahun terakhir, sumber daya menyusut dan jutaan nyawa terancam akibat penyakit HIV/AIDS.

Perpecahan, perbedaan, dan pengabaian hak asasi manusia adalah beberapa kegagalan yang memungkinkan HIV/AIDS tetap menjadi krisis kesehatan global. Tema Hari AIDS Sedunia 2022 diharapkan mampu menyetarakan akses penghentian HIV/AIDS ke seluruh populasi masyarakat.

Hari AIDS Sedunia 1 Desember diperingati setiap tahun. Peringatan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit HIV/AIDS.Hari AIDS Sedunia 1 Desember diperingati setiap tahun. Tema Hari AIDS 2022 adalah "Equalize". (Foto: WHO)

Pesan Penting Hari AIDS 2022

Tema dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2022 mempunyai punya pesan penting yang ingin disampaikan. Berikut ini adalah poin-poin penting dari kampanye Hari AIDS Sedunia 2022.

1. Perbarui Komitmen untuk Mengakhiri HIV/AIDS

Krisis global, Ketidaksetaraan dan tantangan ekonomi, sosial, budaya dan hukum terus-menerus timbul akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, butuh upaya baru untuk mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat di dunia.

2. Fokus pada Kesetaraan

Kita harus memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama terhadap pencegahan, tes, pengobatan dan perawatan HIV/AIDS. Layanan kesehatan tersebut harus menjangkau dan memenuhi kebutuhan populasi yang paling berisiko dan terkena dampak penyakit HIV/AIDS.

3. Metode Baru Penyembuhan HIV/AIDS untuk Anak-anak

Dikutip dari situs WHO, hanya 52% anak penderita HIV/AIDS yang menjalani pengobatan untuk menyelamatkan jiwa. Jika kita dapat menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri infeksi baru di antara anak-anak dan memastikan semua menggunakan antiretroviral (ARV) yang berkualitas, kita memiliki harapan yang lebih besar untuk mengakhiri AIDS di semua populasi pada tahun 2030.

Sejarah Hari AIDS Sedunia 1 Desember

Hari AIDS Sedunia berawal dari tahun 1988. Mengutip dari usembassy, konsep Hari AIDS Sedunia berasal dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Kesehatan Sedunia tahun 1988. Kala itu, dia tengah menjalankan program pencegahan AIDS bagi masyarakat dunia.

Dari pertemuan tersebut, organisasi internasional di seluruh dunia menyepakati Hari AIDS setiap tanggal 1 Desember. Menteri Kesehatan menganggap momentum penting ini untuk menghormati orang yang telah meninggal karena HIV/AIDS.

Pada tahun 1995, Presiden Amerika Serikat meresmikan Hari AIDS Sedunia 1 Desember. Kemudian, pada tahun 2005, United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menjadi pelopor kampanye Hari AIDS Sedunia. Organisasi ini bertugas untuk memilih tema tahunan Hari AIDS Sedunia 1 Desember.

Sebelum memilih tema, mereka berkonsultasi dengan organisasi kesehatan global lainnya. Namun, tugas ini diserahkan kepada World AIDS Campaign (WAC) pada tahun 2005.

(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT