BMKG: Gempa Cianjur Melemah, Warga Dapat Kembali ke Rumah yang Tak Rusak

ADVERTISEMENT

BMKG: Gempa Cianjur Melemah, Warga Dapat Kembali ke Rumah yang Tak Rusak

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 13:53 WIB
The villagers take shelter in a makeshift tent at a tea farm after Mondays earthquake hit in Cianjur, West Java province, Indonesia, November 26, 2022. The magnitude 5.6 quake killed hundreds of people, many of them children, and displaced tens of thousands. (Photo by Garry Lotulung/NurPhoto via Getty Images)
Warga Cianjur mengungsi usai terjadi gempa bumi M 5,6 (Foto: Garry Lotulung/Getty Images)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas gempa bumi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, terus melemah. Masyarakat sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak mengalami kerusakan struktur.

BMKG dalam rilisnya menyatakan, hasil monitoring yang dilakukan selama 7 hari terakhir menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan magnitudonya secara fluktuatif semakin mengecil. Frekuensi kejadiannya juga semakin jarang.

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing, dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak mengalami kerusakan struktur," tulis BMKG dalam rilis resminya, Senin (28/11/2022).

Warga yang kembali ke rumah diimbau untuk menata perabotan rumahnya sedemikian rupa. Menurut BMKG langkah ini penting agar jalur evakuasi keluar menjadi lapang dan tidak terhalang oleh benda apapun.

"Warga dianjurkan untuk menjauhkan seluruh benda-benda berat yang berada di atas perabotan (lemari dll), atau benda-benda tergantung yang dapat berpotensi jatuh menimpa penghuninya jika terjadi guncangan," jelas BMKG.

Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus memonitor perkembangan terkini informasi gempa bumi dari aplikasi mobile phone info BMKG.

Gempa M 5,6 di Cianjur

Gempa bumi magnitudo (M) 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terjadi pada Senin (21/11) siang lalu. Gempa tersebut berada pada koordinat 6,83 derajat LS dan 107,06 derajat BT dengan kedalaman 10 km.

Warga di beberapa wilayah melaporkan merasakan gempa seperti di Jakarta, Depok, Bogor, hingga Tangerang Selatan. Getaran juga dirasakan warga di Bandung hingga Sukabumi.

Per Senin (28/11), dilaporkan ada sebanyak 321 orang meninggal dalam bencana alam ini. Selain itu ada 595 orang luka berat dan 108 orang masih dirawat. Selain itu, ada 73.693 orang mengungsi.

Akibat gempa ini, dilaporkan ada ribuan unit rumah rusak dan fasilitas umum yang rusak. Gempa juga menyebabkan longsor.

(bar/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT