Arti 'Bebek Lumpuh' dalam Politik Seperti Diucap Andi Arief

ADVERTISEMENT

Arti 'Bebek Lumpuh' dalam Politik Seperti Diucap Andi Arief

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 09:06 WIB
Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief. (dok. Andi Arief).
Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief. (dok. Andi Arief).
Jakarta -

Istilah 'bebek lumpuh' digunakan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, untuk mengkritisi kondisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Sebenarnya, apa sih arti istilah tersebut?

Istilah 'bebek lumpuh' merupakan terjemahan dari istilah politik dalam khazanah bahasa Inggris yakni 'lame duck'. Istilah ini merujuk pada kondisi pemimpin yang tak lagi punya pengaruh kuat karena penggantinya di masa mendatang sudah ada.

Mari kita simak definisi dari Merriam-Webster, penerbit kamus tertua di Amerika Serikat, sejak 1831. detikcom mengakses situs web-nya, Senin (28/11/2022). Ada tiga arti:

1. Seseorang yang lemah atau tertinggal dalam hal kemampuan atau pencapaian. Dalam istilah di Inggris Britania, istilah 'bebek lumpuh' sama dengan 'perusahaan yang sakit' .

2. Pejabat atau kelompok resmi hasil pemilu yang masih memegang jabatan politik saat periode antara pemilu dengan pelantikan penggantinya.

3. Seseorang yang posisinya atau masa jabatannya segera berakhir.

Contoh kalimat yang dikemukakan di Merriam-Webster adalah 'Presiden adalah seekor bebek lumpuh di ujung periode keduanya'.

Istilah 'lame duck' ini sudah digunakan sejak 1761 dalam artian nomor 1 di atas.

Cambridge Dictionary dalam situs webnya mendefinisikan lame duck dengan pengertian mirip. Pertama, sebagai kata benda, lame duck adalah 'orang atau sesuatu yang tidak sukses'.

Pengertian kedua yakni 'lame duck' sebagai istilah politik. Begini artinya:

"Pejabat terpilih yang kekuasaannya berkurang karena seseorang yang akan menggantikannya sudah terpilih."

Dalam 'American Dictionary', 'lame duck' atau 'bebek lumpuh' adalah, "Seseorang yang masih punya waktu untuk mengemban jabatannya selaku orang yang terpilih secara sah meski dia tidak lagi ikut pemilihan nantinya, dengan demikian orang tersebut menjadi tidak punya kekuasaan yang nyata."

Dilansir BBC, 'lame duck president' atau 'presiden bebek lumpuh' dalam istilah Pemilu AS adalah presiden yang hendak meninggalkan jabatan (demisioner) yang penggantinya telah terpilih. Jika inkumben kalah, maka ada dua bulan periode antara pemenang pemilu dan pelantikan si pemenang. Presiden yang masih menjabat menjadi kurang berkuasa lagi karena semua pejabat tahu bahwa presiden tersebut tidak akan lama lagi menjabat.


Istilah di Kongres AS

Di Kongres Amerika Serikat (AS), istilah 'bebek lumpuh' digunakan tanpa tendensi tertentu kecuali sebagai sekadar istilah untuk menyebut sesi tertentu. Dikutip dari situs resmi Senat Amerika Serikat, ada istilah 'Sesi Bebek Lumpuh' yang dipakai sejak 1940 sampai sekarang.

Sesi Bebek Lumpuh adalah sesi ketika Kongres AS berjalan setelah pemilihan November dan sebelum dimulainya Kongres baru. Sebelum adopsi Amendemen Ke-20 Konstitusi (1933), Kongres baru diadakan pada Desember tahun ganjil, memungkinkan Kongres periode sebelumnya bertemu dan mengesahkan undang-undang selama lebih dari setahun.

FILE - The sun shines on the dome of Capitol Hill in Washington, Friday, Aug. 12, 2022. A man drove his car into a barricade near the U.S. Capitol early Sunday, Aug. 14, 2022, and then began firing gunshots in the air before fatally shooting himself, police said. (AP Photo/Susan Walsh, File)FILE - The sun shines on the dome of Capitol Hill in Washington, Friday, Aug. 12, 2022. A man drove his car into a barricade near the U.S. Capitol early Sunday, Aug. 14, 2022, and then began firing gunshots in the air before fatally shooting himself, police said. (AP Photo/Susan Walsh, File) Foto: AP Photo/Susan Walsh, File

Namun setelah Amendemen 1933, aturan berubah. Tanggal diadakannya Kongres baru menjadi 3 Januari tahun ganjil, mempersingkat waktu antara pemilihan dan awal Kongres berikutnya menjadi hanya dua bulan. Sejak saat itu, Kongres telah bertemu dalam 'sesi lumpuh' untuk menyelesaikan urusan yang mendesak atau belum selesai.

Dipakai Andi Arief

Istilah 'bebek lumpuh' dipakai lagi oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief. Dia menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang memasuki fase bebek lumpuh. Gejalanya, Jokowi terlihat berupaya menguatkan diri dengan mengumpulkan relawan. Soalnya, dukungan dari parpol sudah melemah jelang 2024.

"Secara umum itu Jokowi bisa dibaca sedang memasuki fase lame duck (bebek lumpuh). Dalam politik, biasa itu. Mencoba untuk menguatkan diri dengan cara-cara begitu," kata Andi Arief saat dihubungi wartawan, Minggu (27/11) kemarin.

Dia sedang mengomentari acara relawan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (26/11). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Jokowi.

Lihat juga video 'Andi Arief Sentil NasDem, Demokrat: Mohon Maaf Kalau 'Penonton' Kecewa':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT