Daan Diteror Jangan Ganggu Hamid
Selasa, 25 Jul 2006 16:19 WIB
Jakarta - Selain permintaan langsung, anggota KPU Daan Dimara mengaku diteror pria tidak dikenal melalui telepon. Isinya, Daan diminta tidak mengganggu mantan anggota KPU Hamid Awaludin."Waktu itu saya pernah ditelepon oleh seorang laki-laki. Saya tidak tahu dia siapa. Lalu dia ngomong, Pak Daan jangan ganggu-ganggu Pak Hamid. Saya tahu di mana tempat bapak. Jangan macam-macam," kata Daan menirukan ancaman itu.Hal ini disampaikan dia usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2006).Daan menjawab dirinya tidak akan mengganggu Hamid. "Pak Hamid teman saya. Saya ada di Polda. Kalau mau berkunjung silakan saja datang," ujarnya.Namun Daan mengaku tidak ingat lagi kapan teror tersebut diterimanya. "Beberapa waktu lalu," kata Daan.Minta DuitTeror tidak hanya menghantui Daan, istrinya pun dua kali menerima telepon gelap dari orang tidak dikenal.Pertama, telepon diterima saat sang istri berada di apartemen di Rasuna Said. Sedangkan telepon kedua diterima saat sang istri hendak bertolak ke Solo.Menurut Daan, si penelepon meminta agar istrinya menyerahkan uang untuk membebaskannya."Kalau mau dibebaskan Pak Daan kita minta duit. Tetapi dijawab istri saya mau menelepon suami saya dulu. Jangan dikasih, itu tidak boleh," kata Daan.Lebih lanjut, Daan menyatakan telepon serupa juga diterima saat istrinya mau ke Solo naik kereta."Dia minta uang Rp 7 juta. Dia mengaku dari KPK. Saya bilang lebih baik pulang ke Jayapura. Sekarang permainan keras, biar lebih aman lebih baik pulang," ujarnya.
(aan/)











































