Publik Minta Penyebar Isu Gempa Segera Dibekuk!
Selasa, 25 Jul 2006 15:52 WIB
Jakarta - Isu gempa hari ini benar-benar cespleng, Selasa (25/7/2006). Orang kantoran di gedung-gedung pencakar langit banyak yang terpaksa dievakuasi dan dipulangkan lebih awal. Karena efek yang dahsyat ini, publik meminta agar pembuat kabar bohong itu segera dibekuk."Sungguh sangat keterlaluan orang yang telah menyebarkan SMS tersebut. Seharusnya pemerintah sudah dapat langsung menangkap si pelaku. Bukankah seluruh nomor ponsel sudah diregistrasi?" ujar Fubar yang temannya juga menerima SMS menyesatkan itu.Jika aparat gagal membekuk pengirim SMS palsu itu, maka itu menunjukkan bahwa registrasi tidak ada manfaatnya sama sekali. "Jika rakyat masih dicemaskan dengan adanya SMS gelap yang meresahkan, jadi untuk apa seluruh nomor ponsel diregistrasi?" gugatnya.Laila, pembaca detikcom lainnya, juga mengaku mendapatkan kiriman isu itu. "Please dong pemerintah gimana nih penangananya. Bolehlah sekarang penyebar isu boongin kita dengan mencatut sumber-sumber yang katanya terpercaya. Gimana kalau besok-besok penyebar isu pakai nama pemerintah pusat, mungkin nama Presiden SBY kasih warning soal gempa boongan (yakin banget tambah paniklah). Iya sih kita nggak boleh panik. Tapi sekarang kondisi keadaan alam lagi nggak ramah di mana-mana kan musibah mulu. Wajar dong kalau kita panikan," curhatnya."Masyarakat panik oleh isu gempa karena sudah tidak ada lagi yang dapat dipercaya setelah Menristek bikin blunder tentang tsunami selatan Jawa," komentar Yana, pembaca lainnya.Sejumlah pembaca juga masih banyak yang menceritakan dampak isu gempa itu. Berikut ini cerita dari Micha: "Isu gempa juga mempengaruhi kami yang bekerja di daerah Ancol. Awalnya saya dapat kabar itu dari teman saya, yang bekerja di daerah Senayan. Katanya hari ini akan terjadi gempa sebesar 8SR, dan BEJ sudah dievakuasi. Selanjutnya saya juga dengar kabar dari rekan di Pluit. Dia bilang, gempa akan terjadi di pukul 3 sore. dan kami yang bekerja di dekat pantai, harus lebih waspada karena gempa tersebut akan disertai dengan tsunami. Saya sempat juga membuat rekan-rekan sekantor panik. Namun, saya belum percaya berita itu, karena setahu saya, Jakarta berada di pantai Laut Jawa (laut Utara) yang dikelilingi pulau-pulau kecil (Pulau Seribu), sehingga dengan demikian gelombang laut akan pecah, sebelum sampai ke Jakarta (Ancol). Namun, memang peluang-peluang gempa dan tsunami bisa saja terjadi. Harapan saya, apabila hal itu sungguh akan terjadi, kami (masyarakat) mendapat informasi yang BENAR dan DAPAT DIPERCAYA dan isu-isu seperti ini tidak terjadi lagi, karena bisa mengaburkan kepekaan kami akan informasi yang benar. "Harap diberi penjelasan yang benar tentang akan terjadinya gempa di DKI dan dari mana sumber isu itu?" kata Budi, pembaca lainnya.Isu gempa juga sampai ke gedung JDC, Slipi, seperti diceritakan Susi Gunawan. "Ada tenant JCD Business Center yang masih masih trauma kalau mendengar atau merasakan gempa. Sebut saja namanya Rina. Siang tadi sekitar pukul 01.30 WIB sekembalinya dari makan siang, dia mendengar isu gempa. Kontan saja dia langsung ambil tas dan keluar gedung dengan tubuh berkeringat dingin. Kebetulan Rina adalah salah satu korban gempa dahsyat di Yogya yang saat ini masih trauma."Annas yang bekerja di Sunter, Jakarta Utara, juga mengirimkan kisahnya. "Tadi pagi pukul 08.00 WIB saya dapat SMS dari teman saya di Yogya, katanya Jakartaakan gempa diperkirakan jam 07.00 - 09.30 dengan kekuatan gempa 8,2 SR. Temen saya yang dari Yogya ini menyarankan saya untuk tidak usah masuk kantor.Sempat khawatir juga baca SMS tsb, walaupun kantor saya cuma 4 lantai tapi sempat was-was juga kalau ada gempa.Kebetulan jalan di dekat kantor saya sering dilewati truk-truk besar yang kalau pas lewat bisa menggetarkan bangunan kantor saya. saya kadang jadi pingin lari takut gempa, walaupun ternyata cuman truk yang sedang melintas."
(nrl/)











































