Janji Bantu Keluarga Daan, Hamid Minta Jangan Diserang

Janji Bantu Keluarga Daan, Hamid Minta Jangan Diserang

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 15:29 WIB
Jakarta - Sebelum sidang, mantan anggota KPU Hamid Awaludin dan Daan Dimara sempat bertemu. Hamid menawarkan akan membantu keluarga Daan. Mankum dan HAM ini juga meminta pengacara Daan tidak keras menyerangnya sebagai saksi.Dua topik itulah yang menjadi pembicaraan antara Hamid dan Daan saat bertemu di ruang saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2006)."Keluarga saya mau dibantu. Tetapi saya bilang jangan, saya tidak mau dikasihani karena punya penghasilan. Punya uang tetapi bukan uang korupsi. Jadi tidak perlu dikasihani," kata Daan menjawab tawaran Hamid saat itu.Topik kedua yang dibahas yakni menyangkut penasihat hukum Daan. "Pak Hamid meminta supaya pengacara saya jangan terlalu keras menyerang nanti ada urusan pribadi kalau gitu," ujarnya."Saya jawab ini proses hukum apakah kita tidak boleh berbicara hukum karena berdasarkan fakta penasihat hukum akan mengajukan pertanyaan. Saya juga akan meminta perlindungan hukum," lanjut Daan.Menurut Daan, pernyataan dan pertanyaan kuasa hukum dalam persidangan adalah wajar dan tidak bermaksud menyerang seperti orang yang berkelahi di jalan. "Ini hanya berdasarkan fakta dan data," cetus pria asal Papua ini.Minta PerlindunganKuasa hukum Daan Dimara, Erick S Paat, menyampaikan hal serupa."Iya sebelum sidang, Pak Daan dipanggil sama Pak Hamid. Setelah bertemu Pak Hamid, mukanya Pak Daan berubah. Lalu saya tanya ada apa Pak Daan," kata Erick.Menurut Erick, Daan menjelaskan ada dua hal yang dibicarakan. Pertama ekonomi keluarga Daan akan dibantu. Kedua, pengacara diminta jangan menyerang nanti jadi urusan pribadi."Jika memang benar Hamid bicara seperti itu, kita akan buat surat pernyataan dari Pak Daan dan minta perlindungan hukum ke organisasi pengacara atau advokat dan Mabes Polri," ujar Erick."Saya juga mempertanyakan beginikah seharusnya perilaku seorang menteri yang seharusnya memberikan contoh dan panutan?" kritik Erick. (aan/)


Berita Terkait