Isu Gempa Resahkan Sekolah
Selasa, 25 Jul 2006 15:05 WIB
Jakarta - Guru adalah salah satu kelompok masyarakat yang resah luar biasa karena isu gempa di Jakarta. Bagaimana tidak resah, lha mereka punya tanggung jawab pada ribuan siswanya.Karena itulah wajar bila kemudian ada sekolah yang memutuskan memulangkan para siswanya. Setidaknya ada 5 guru yang menelepon detikcom untuk menanyakan kebenaran isu gempa itu. Bahkan seorang guru lainnya mengabarkan bahwa para siswa di sekolahnya telah dipulangkan.Redaksi detikcom juga menerima banyak e-mail dari pembaca mengabarkan tentang efek isu yang cukup dahsyat. "Sekitar pukul 13.30 WIB, anak saya menelepon bahwa dia disuruh keluar dari kelas oleh gurunya dan dikumpulkan di halaman sekolah karena katanya akan ada gempa dan beritanya didapat dari BMG Jepang. Anak saya bersekolah di SMP Cilandak Jakarta Selatan," cerita Ronny, seorang pembaca."Kepanikan melanda anak-anak dan mereka mencoba menghubungi orang tuanya agar berhati-hati karena akan ada gempa," imbuh Ronny.Marzuki, pekerja di lantai 11 Gedung BEJ Jakarta juga mengirimkan pesannya pada detikcom. "Di kantor tempat saya bekerja (gedung BEJ) sekarang ini masih dalam keadaan yang heboh. Ada beberapa tenant dipulangkan atau dievakuasi. Dan kejadian yang lucu, ada beberapa rekan kerja saya yang sempat berbeda pendapat mengenai isu gempa itu.""Di tempat saya bekerja, tidak ada evakuasi, cuma ada beberapa rekan yang turun dari lantai 11 (tempat kerja saya) dan menuju tempat evakuasi atau sekadar di lobi saja," ceritanya.. Sedangkan kisah di bawah ini dikiriman Irfandie AR:Saya baru saja ditelpon istri, menanyakan isu gempa tersebut. Menurut istri saya tersebut, dia mendapatkan informasi tersebut dari seorang dokter (istri saya bekerja pada salah satu yayasan kesehatan), dan dokter itu mendapatkan informasi dari seorang manajer di Indosat. Dan di kantor pun, ada beberapa orang yang terpengaruh dengan isu tersebut, yang mungkin menerima isu tersebut dari e-mail temannya dan mencoba mem-forward e-mail itu sebanyak mungkin ke teman-teman atau kenalannya. Ini terlihat dari queue e-mail yang cukup menumpuk pada e-mail server kantor. Tapi ini adalah hal biasa yang saya hadapi. Apalagi kalau ada isu-isu yang cukup 'sedap' untuk disantap. Cuma yang ngga pernah abis saya berpikir, bagaimana orang-orang pintar ini bisa terpengaruh karena hal-hal tersebut. Saya yakin orang-orang pekerja di Jakarta apalagi yang sering menggunakan Internet adalah orang-orang cerdas, karena rata-rata perusahaan yang mempunyai koneksi Internet nyaris tidak terbatas kepada karyawannya adalah perusahaan yang mempunyai karyawan lebih dari 10 orang. Dan untuk masuk ke perusahaan tersebut dibutuhkan minimal IPK-nya adalah 3,00 dan lulus dalam uji psikotest yang ketat. Dan dengan pintar dan bijaksananya mem-forward informasi tersebut kepada yang lainnya.
(nrl/)











































