Gorong-Gorong Lumpur di Tol Gempol Ditutup Warga

Gorong-Gorong Lumpur di Tol Gempol Ditutup Warga

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 14:50 WIB
Sidoarjo - Khawatir areal persawahan dan pemukiman warga diterjang lumpur, puluhan warga dari empat desa melakukan aksi demonstrasi di jalan tol Surabaya-Gempol km 38 Porong, Selasa (25/7/2006). Dalam aksi ini, warga menuntut Lapindo Brantas Inc dan Jasa Marga menutup gorong-gorong (box culvart) di tol tersebut yang selama ini dimanfaatkan untuk mengalirkan lampur dari Desa Siring.Akibat aksi warga Plumbon, Sentul, Kebu Buyang, dan Premisan ini arus lalu lintas terganggu beberapa saat. Atas tuntutan tersebut, akhirnya petugas memilih menutup gorong-gorong dengan diawasi pendemo.Setelah gorong-gorong ditutup, sekitar pukul 11.00 WIB, warga membubarkan diri. "Awas ya kalau nanti dibukalagi," ancam salah satu warga yang ikut demo.Sebaliknya penutupan gorong-gorong tersebut memicu keresahan bagi warga Desa Siring Timur yang lokasinya berada di sekitar semburan lumpur panas.Seorang warga, Achmad, mengaku khawatir apabila gorong-gorong ditutup, maka dampaknya akan ke Desa Siring. "Jika ditutup, lumpur bisa tumpah ke Siring. Jadi kita minta Lapindo meninggikan tanggul dan memperkuatnya supaya tidak jebol," katanya.Kekhawatiran warga Siring ini sangat beralasan. Pasalnya di persawahan di desanya yang tepat di lokasi semburan ketinggian lumpur sudah melebihi 6 meter. Dan di desa setempat tidak ada kolam penampungan.Sebagian besar kolam penampungan berada di Desa Reno Kenongo yang lokasinya berada di utara jalan tol dan sebelah timur lokasi semburan. Sehingga praktis jika gorong-gorong ditutup lumpur akan berkutat di persawahan Siring yang saat ini sudah seperti danau lumpur. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads