Kondisi Korban Penembakan di Tol Pluit Masih Lemah

Kondisi Korban Penembakan di Tol Pluit Masih Lemah

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 14:27 WIB
Jakarta - Korban penembakan di jalan tol Pluit, Jakarta Utara, Dadang Sunandar, masih tampak lemah. Bicaranya patah-patah dan suaranya sangat pelan.Begitulah kondisi Dadang Sunandar saat ditemui detikcom di Ruang R 325 RS MMC, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (25/7/2008).Selang cairan infus masih tertancap di tangan kiri Dadang. Sampai pukul 13.30 WIB, Dadang sudah menghabiskan dua botol cairan infus. Dadang memang belum bisa makan, bahkan untuk sekadar minum pun harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebuah benda mirip kapas dicelupkan ke dalam gelas berisi air, baru kemudian dioleskan ke bibir Dadang yang tampak kering. Selang oksigen untuk membantu pernapasan juga masih melekat di hidung pegawai perusahaan cargo ini. Alat bantu buang air kecil juga masih terpasang di tempatnya.Saat detikcom mengajukan beberapa pertanyaan, Dadang lebih banyak menjawabnya dengan bahasa isyarat. Misalnya saat ditanya benarkah penembakan itu didahului aksi saling salip, Dadang menganggukkan kepalanya.Demikian pula saat ditanya, apakah dirinya sadar setelah ditembak pelaku, Dadang hanya menggelengkan kepalanya.Dadang saat ini ditunggui oleh kedua orang tuanya, pasangan Hidayat dan Yeni. Keduanya baru datang dari kota Bandung sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak banyak yang dikatakan kedua orang tua ini."Saya pusing, saya capek baru datang," kata Hidayat saat ditanya soal biaya perawatan anaknya tersebut.Namun informasi mengenai biaya perawatan Dadang, datang dari seorang bernama Tini. Dia penunggu pasien lain yang satu ruangan dengan Dadang. Menurut Tini, dirinya sempat mendengarkan pembicaraan rekan sekantor Dadang saat membesuk."Saya tadi dengar mereka bilang semua biaya perawatan akan ditanggung oleh kantor," ujar Tini. (djo/)


Berita Terkait