Pemkot Padang Akan Pasang 500 Sirene Tsunami

Pemkot Padang Akan Pasang 500 Sirene Tsunami

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 12:32 WIB
Padang - Kecemasan warga Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terhadap ancaman gempa dan tsunami kembali meningkat setelah gelombang laut raksasa itu menerjang pantai selatan Jawa beberapa waktu lalu. Pemkot Padang sendiri berjanji akan memasang 500 sirene tsunami.Kecemasan warga Padang terhadap bahaya tsunami itu semakin bertambah dengan meningkatnya intensitas gempa di beberapa daerah akhir-akhir ini.Wakil Walikota Padang, Yusman Kasim, ketika dihubungi detikcom mengatakan, pihaknya akan memasang sekitar 500 sirene di seluruh kawasan Kota Padang untuk mengantisipasi jatuhnya korban yang besar bila sewaktu-waktu tsunami memang terjadi di Padang."Posko Pemantau Gempa dan Tsunami sebenarnya masih ada sampai sekarang. Hanya saja, bila dulu bertempat di tepi pantai Padang, kini dipindahkan ke kantor Kesatuan Bangsa dan Politik di Balai Kota Padang untuk kepentingan efisiensi," ujar Yusman Kasim, Selasa (25/7/2006).Sementara sejumlah warga warga kota Padang ketika ditemui detikcom, mengaku takut bila prediksi para ahli soal kemungkinan terjadinya tsunami di sepanjang pantai barat Sumatera terjadi dalam waktu dekat. "Ketika tsunami menghantam Aceh dan Nias, kami sempat mengungsi ke kampung selama beberapa bulan. Namun, ketakutan yang sama kembali mengusik keluarga kami setelah terjadi tsunami di pulau Jawa. Apalagi, akhir-akhir ini media massa juga ramai memberitakan soal kemungkinan terjadinya tsunami di pesisir barat Sumatera," ujar Khaidir (55), warga Lubuk Buaya Padang.Maizi Epizal (36), warga Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah Padang, meminta agar Pemkot Padang mengaktifkan kembali posko pemantau gempa dan tsunami di tepi pantai Padang. Selain itu, ia juga meminta agar Pemkot meningkatkan lagi sosialisasi mengenai kemungkinan terjadinya bencana itu dan langkah-langkah penyelamatan diri yang harus dilakukan masyarakat."Setelah latihan evakuasi tsunami beberapa waktu lalu, sosialisasi yang dilakukan Pemkot nyaris tidak ada lagi. Saya pikir, tidak ada salahnya pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk terus waspada karena kenyataannya kita memang kita hidup di daerah rawan bencana," ujar dia. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads