Hakim ke Acay: Irfan Jadi Terdakwa Kasus Sambo atas Rekomendasi Saudara!

ADVERTISEMENT

Hakim ke Acay: Irfan Jadi Terdakwa Kasus Sambo atas Rekomendasi Saudara!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 00:25 WIB
Jakarta -

Hakim ketua Ahmad Suhel secara terang-terangan di hadapan AKBP Ari Cahya alias Acay mengungkap penyebab AKP Irfan Widyanto jadi terdakwa di kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Hakim menyebut Irfan duduk di kursi terdakwa hari ini karena rekomendasi Acay.

Hal itu diungkap hakim di persidangan lanjutan kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa AKBP Arif Rachman Arifin di PN Jaksel, Jumat (25/11/2022). Acay dihadirkan sebagai saksi dalam kasus ini.

Hakim mulanya mengatakan pada 8 Juli, Acay sempat datang ke rumah Ferdy Sambo dan melihat jenazah Brigadir Yosua telah tergeletak. Bahkan, kata hakim, Acay juga ikut mengangkat jenazah Yosua ke mobil ambulans.

"Nah, saudara rekomendasikan Irfan ya, pertanyaannya kan simple aja nih, saudara kan malam itu ada kejadian saudara lihat ada yang terkapar, sehingga kan saudara pada persidangan yang lalu untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus, saudara termasuk orang yang mengangkat ke ambulans," kata hakim.

Hakim juga membacakan keterangan Acay terkait komunikasi dengan Kombes Agus Nurpatria dan mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan sehari usai Yosua dibunuh. Pada saat itu, Hendra menelepon Acay selaku Kanit 1 Subdit 3 Dittipidum Bareskrim Polri, untuk melakukan screening CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga.

Ternyata, Acay saat itu tengah berada di Bali. Acay kemudian memerintahkan anak buahnya, Irfan Widyanto untuk mengecek CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo itu.

"Kemudian saudara atas perintah Ferdy Sambo datang dengan membawa motor bersama dengan Irfan seperti itu untuk di tanggal 8, kemudian saudara ditelepon tidak bisa dihubungi karena saudara ada di pesawat menuju ke Bali, saudara ditanya siapa yang bisa, saudara tidak jelaskan tadi tapi saudara perintahkan si Irfan untuk menghadap," kata hakim.

Hakim menilai dari rangkaian peristiwa itu menunjukkan Acay mengetahui persis peristiwa yang terjadi usai Yosua dibunuh di rumah Ferdy Sambo. Akan tetapi, kata hakim, di persidangan hari ini, keterangan Acay seolah-olah tidak mengetahui apa-apa.

"Iya, artinya saudara mengetahui persis peristiwa terjadinya itu, dihubungkan dengan yang saudara rekomendasikan nama Irfan untuk menghadap bahkan kemudian Irfan saat ini menjadi orang yang terdakwa. Benar tidak dia terdakwa dia?" tanya hakim.


"Perkara yang sama?" Acay balik bertanya.

"Iya, pertanyaannya kan simple jadinya, saudara rekomendasikan orang, orang kemudian jadi terdakwa. Terus kemudian seperti yang dikatakan tadi, kok sesingkat itu, seolah-olah saudara tidak tahu apa-apa," timpal hakim.

Acay mengaku saat ini telah berkata jujur bahwa dirinya tidak diperintah apapun oleh Ferdy Sambo saat di rumah dinas. Acay pun mengaku tidak mengira anak buahnya diperintah oleh Kombes Agus untuk mengambil CCTV di Komplek Polri Duren Tiga.

"Izin Yang Mulia dalam konteks pada saat itu ditelepon Pak Agus maupun Pak Hendra, komunikasinya, saya jujur secara pribadi tidak tahu, maksudnya karena pada saat Irfan datang ke Duren Tiga itu di hari tanggal 8, kami berdua juga tidak diperintahkan apa-apa kemudian, saya juga tidak mengira Irfan akan diberikan perintah seperti itu oleh Kombes Agus di tanggal 9," jawab Acay.

Simak selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT