Listrik Byar Pet, Ironis PLN Bikin Iklan 2 Halaman
Selasa, 25 Jul 2006 11:43 WIB
Jakarta - Warga Jakarta ditampar mati listrik Senin kemarin dan hari ini, Selasa (25/7/2007). Namun hal ini tidak menyurutkan nyali PLN untuk tampil dalam iklan dua halaman di harian terkemuka nasional, Kompas, edisi hari ini.Tak ayal pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, mengkritik iklan itu. Salah satu yang disorotinya adalah materi iklan berjudul "Listrik untuk Rakyat"."Ini kan paradoks dan ironis. Daripada seperti itu saya rasa akan lebih tepat kalau isinya berupa permohonan maaf kepada konsumen, itu kan setidaknya menunjukkan ada rasa penyesalan dari PLN," sergah Tulus dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/7/2006).Iklan yang termuat di halaman 28 dan 29 itu berisi sejumlah artikel. Judul artikelnya adalah Berupaya Lepas dari Ketergantungan; Berhemat Demi Diri Sendiri; Listrik untuk Rakyat dan Melestarikan DAS, Menyelamatkan PLTA."Krisis listrik, siapa bilang? Tengoklah kota-kota kita, mulai senja hingga dini hari. Jarang terlihat gedung, jalanan dan kaki lima, kafe, restoran, serta rumah yang gelap gulita. Bahkan banyak diantaranya tetap terang-benderang di siang bolong. Barangkali cuma gedung bioskop saja yang benar-benar kerap menggelapkan ruangan," begitu kalimat pembuka artikel Berupaya Lepas dari Ketergantungan.Iklan itu memang telah dirancang jauh hari, jauh sebelum pemadaman bergilir terjadi kemarin dan hari ini. Namun pemuatan hari ini dirasa cukup 'menggelitik'. "Ketimbang buat pasang iklan gitu, duitnya kan bisa dipakai gimana agar tidak mati lampu. Iklan itu cuma pemborosan," ujar Fajar, warga Pamulang, pelanggan PLN.Daerah Anda jadi korban mati listrik hari ini? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































