Apa itu Black Friday? Arti dan Sejarah Peringatannya

ADVERTISEMENT

Apa itu Black Friday? Arti dan Sejarah Peringatannya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 17:37 WIB
Ilustrasi Apa itu Black Friday
Ilustrasi Apa itu Black Friday | Foto: shutterstock
Jakarta -

Tahukah kamu apa itu Black Friday? Black Friday atau Jumat Hitam dirayakan setiap hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving tiap tahunnya. Seperti pada tahun 2022, Black Friday jatuh pada hari Jumat, 25 November 2022, yakni Jumat keempat di bulan November 2022.

Lantas apa arti Black Friday itu? Bagaimana sejarah Black Friday? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak serba-serbinya berikut ini.

Apa itu Black Friday?

Dilansir situs resminya, Black Friday adalah hari Jumat setelah peringatan Thanksgiving, yang mana bagi sebagian besar orang menjadikannya sebagai hari untuk berbelanja dalam persiapan Natal. Pada saat Black Friday toko-toko atau penjual yang memberikan penawaran Black Friday seperti promo atau potongan harga.

Di Amerika Serikat (AS), Black Friday menjadi salah satu hari belanja utama tahunan. Meski tidak diakui sebagai hari libur resmi AS, pada hari ini banyak karyawan menjadikannya hari libur, kecuali mereka yang bekerja di ritel.

Ilustrasi Apa itu Black FridayIlustrasi Apa itu Black Friday | Foto: Maikel Jefriando

Sejarah Black Friday

Melansir situs resmi Black Friday dan History.com, apa itu Black Friday ternyata memiliki sejarah yang cukup suram. Berikut ini penjelasan sejarah Black Friday dari krisis keuangan sampai akhirnya dirayakan sebagai hari untuk berbelanja.

Sejarah Black Friday dari Krisis Keuangan AS

Istilah Black Friday pertama kali dikenal sejak tahun 1869. Tepatnya pada 24 September 1869 terjadi krisi keuangan yakni jatuhnya pasar emas di Amerika Serikat. Kala itu pasar saham jatuh bebas dan membuat semua orang bangkrut.

Selanjutnya istilah Black Friday muncul pada tahun 1924. Sejak dimulainya Parade Thanksgiving Macy, hari Jumat setelah Thanksgiving, istilah Black Friday digunakan secara tidak resmi untuk musim belanja liburan.

Sejarah Istilah Black Friday Muncul di Philadelphia

Menurut versi lain, pada 1950-an, istilah Black Friday digunakan oleh polisi di Philadelphia untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi pada hari setelah Thanksgiving. Segerombolan pembeli dan turis pinggiran kota membanjiri kota sebelum pertandingan sepak bola Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS.

Situasi menjadi tak terkendali usai pertandingan, polisi yang sibuk mengurusi lalu lintas juga harus berurusan dengan kerusuhan banyak orang yang mencuri dagangan di toko-toko secara besar-besaran. Banyak penjual yang mengalami kerugian dalam peristiwa tersebut.

Kemudian pada tahun 1961, istilah Black Friday sempat diubah dengan istilah Big Friday untuk menghilangkan konotasi negatif. Namun hal itu tak bertahan lama dan kembali dengan istilah Black Friday.

Sejarah Black Friday Jadi Hari Berbelanja Besar-besaran

Pada akhir 1980-an, istilah Black Friday dimanfaatkan oleh para pedagang atau toko-toko pengecer dan diubah menjadi istilah untuk memberikan penawaran menarik kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan dampak keuntungan besar bagi mereka. Dalam catatan akuntansi tinta merah artinya kerugian sementara tinta hitam artinya keuntungan.

Meski sejarah Black Friday masih belum diketahui pasti, namun hingga kini Black Friday selalu dijadikan kesempatan bagi para pedagang untuk menghasilkan keuntungan. Sementara bagi pelanggan pun turut senang dengan penawaran menarik saat Black Friday.

Demikian penjelasan tentang apa itu Black Friday beserta sejarahnya yang berawal dari peristiwa krisis keuangan di Amerika Serikat hingga menjadi salah satu hari belanja besar-besaran.

Simak juga 'Penembakan Massal di AS Tewaskan Sejumlah Orang, Termasuk Pelaku':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT