Pemulung Ngluruk ke Kawasan Pangandaran

Pemulung Ngluruk ke Kawasan Pangandaran

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 10:05 WIB
Jakarta - Memasuki hari ke-8 pascagempa dan tsunami di kawasan Pangandaran, para pemulung mulai terlihat memasuki area kawasan yang terkena bencana.Dari pantauan detikcom pada pukul 06.00 WIB, Selasa (25/7/2006) terlihat sekitar 40-an pemulung datang dengan satu truk. Mereka menyebar di beberapa titik di pantai barat Pangandaran, daerah yang paling parah terkena hempasan tsunami 17 Juli lalu.Seorang pemulung, Cici (30), mengatakan, "Kita baru memulung hari ini, kita dikoordinir oleh pengepul barang rongsokan dari Bojongjati, letaknya di sekitar 5 km dari desa Pangandaran." Para pemulung ini mengumpulkan berbagai jenis barang ronsongan mulai dari besi, plastik, sampai kayu-kayu yang masih layak dijadikan barang bangunan. "Kita dapat Rp 1.000 per kg untuk besi, Rp 400 per kg untuk plastik," terang Cici. Namun ia belum bisa menyebutkan hasil yang akan diperolehnya hari ini. "Paling satu hari kita dapat 2 karung-lah," tambahnya.Selain pemulung yang dikoordinir oleh pengepul, juga terdapat pemulung yang beraksi secara perorangan. Pemulung tersebut terlihat membawa becak, sepeda, atau hanya dengan berjalan kaki memanggul kayu-kayu atau besi tua yang masih bisa dipakai. Namun jumlah pemulung perorangan ini masih kalah jauh bila dibandingkan dengan pemulung yang dikoordinir. Selain itu jalan-jalan di pinggir pantai yang sebelumnya dipenuhi pasir sehingga menyulitkan untuk dilewati oleh kendaraan bermotor kini sudah terlihat bersih. Sejak kemarin beberapa personel dari TNI AD menggunakan mobil pemadam kebakaran telah menyemprot jalanan dengan menggunakan alat penyemprot air tekanantinggi. Sekitar 50 persen jalanan kini sudah terlihat bersih sehingga memudahkan kendaraan bermotor untuk lewat. (bal/)


Berita Terkait