Cerita Warga Sempitnya Ambulans Pembawa 7 Korban Tewas-Luka Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Cerita Warga Sempitnya Ambulans Pembawa 7 Korban Tewas-Luka Gempa Cianjur

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 09:56 WIB
Ambulans yang membawa tujuh orang santri asal Brebes korban gempa Cianjur, Selasa (22/11/2022).
Ambulans yang membawa tujuh orang santri asal Brebes korban gempa Cianjur (Imam Suripto/detikJateng)
Jakarta -

Proses pemulangan tiga jenazah dan empat korban luka gempa Cianjur asal Brebes, Jawa Tengah, menyisakan cerita pilu karena mereka diangkut hanya dengan satu ambulans dan ditarik biaya Rp 6 juta. Salah satu korban luka menceritakan kondisi saat dia dan korban luka lainnya harus bersama tiga jenazah di dalam satu ambulans selama perjalanan dari Cianjur ke Brebes.

Salah satu korban luka itu adalah Muamarudin (27), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Brebes. Tujuh orang santri korban meninggal dan luka gempa Cianjur bersama satu orang kerabat korban pulang ke Brebes naik ambulans APV Luxury putih B-1901-SIX bertulis Baitu Nuri Al Aminah Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian.

"Saya naik di belakang berdesak-desakan, di depan ada kerabat dan sopir ambulans. Saya sama tiga orang duduk di bawah berhadapan dan di tengah ada jenazah teman tiga orang," cerita Muamarudin saat ditemui di rumahnya, dilansir detikJateng, Kamis (24/11/2022).

Saat perjalanan pulang, Muamarudin mengaku sangat sedih dan tertekan jiwanya.

"Tidak sedih gimana, bau amis darah masih mengucur, bau parfum mayat. Kasihan lihat teman-teman meninggal," ujarnya.

Selama perjalanan, dia bersama tiga rekannya harus berbagi tempat dengan korban meninggal. Tiga jenazah dibariskan di lantai mobil dan di tiap sisi dipakai untuk duduk.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT