PBB Membutuhkan US$ 150 Juta untuk Membantu Libanon

PBB Membutuhkan US$ 150 Juta untuk Membantu Libanon

- detikNews
Selasa, 25 Jul 2006 00:51 WIB
Beirut - Banyaknya pengungsi warga sipil Libanon membuat PBB prihatin. Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Jan Egeland menyerukan negara-negara donor segera mengumpulkan dana sebesar US$ 150 juta untuk membantu para korban."Dana itu untuk memenuhi kebutuhan 800 ribu orang untuk 3 bulan ke depan," ujar Egeland seperti dilansir AFP, Senin (24/7/2006).Ia juga memperingatkan, jika Israel tidak menghentikan serangannya maka hal itu akan memperbesar bencana kemanusiaan yang terjadi saat ini."Semakin lama kekerasan ini terjadi, situasi kemanusiaan akan semakin dramatis," seru Egeland."Sekali lagi Libanon mengalami lingkaran kekerasan yang dahsyat, dengan penduduk sipil menjadi korban, terjepit di tengah-tengahnya. Dengan konflik yang sekarang memasuki minggu kedua, situsi kemanusiaan akan menjadi lebih buruk," imbuhnya.Bantuan itu menurutnya, akan memungkinkan bagi organisasi-organisasi kemanusiaan dapat melaksanakannya programnya seperti memberi bantuan pangan, rumah, dan melindungi penduduk sipil yang terjebak di tengah-tengah konflik.Dijelaskan Egeland, militer Israel saat ini telah menimbulkan kerusakan yang sangat besar di wilayah pemukiman penduduk dan bangunan-bangunan infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik, pelabuhan laut dan tempat persediaan bahan bakar."Ratusan jembatan dan hampir seluruh akses jalan raya secara sistematik bisa dibilang telah hancur dan membuat seluruh komunitas di bagian selatan tidak bisa diakses," tambahnya.Sementara itu Direktur Pelaksana UNICEF Ann Veneman menyatakan permintaan dana tersebut juga termasuk permintaan dari UNICEF sebesar US$ 23,8 juta untuk membantu anak-anak Libanon.Veneman mengatakan permintaan UNICEF ditujukan untuk membantu anak-anak di Libanon dan orang-orang yang mengungsi ke tempat keluarganya di negara tetangga Syria."Kebanyakan yang menjadi korban adalah anak-anak. Mereka telah menyaksikan kematian atau terlukanya orang-orang tercinta mereka. Banyak dari mereka yang mengalami tekanan secara mental," tandasnya. (bal/)


Berita Terkait