Israel Peringatkan Warganya yang Berada di Luar Negeri
Senin, 24 Jul 2006 23:34 WIB
Tel Aviv - Pihak intelejen Israel meminta warganya yang berada di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaan. Hasil penyelidikan menunjukkan, Hizbullah kini mulai mengaktifkan sayap perlawanan mereka yang berada di luar Libanon."Unit-unit mereka yang berada di luar Libanon kini mulai diaktifkan. Mereka memiliki kemampuan untuk itu," ujar Pejabat Militer Israel Jenderal Amos Yadlin seperti dilansir AFP Senin (24/7/2006).Kelompok Militan Syiah ini dituduh terlibat pemboman Kedutaan Israel di Buenos Aires, Argentina pada 1992 silam dan pemboman terhadap Gedung Pusat Komunitas Yahudi di Argentina pada tahun 1994. Puluhan warga Israel ketika itu menjadi korban.Sementara itu pengamat dari Pusat Studi Strategis Begin-Sadat, Efraim Inbar menjelaskan, kemampuan unit-unit pasukan Hizbullah di luar Libanon ini cukup tangguh. Sebagian mereka adalah pasukan yang melakukan perlawanan terhadap pasukan Israel di wilayah selatan Libanon."Operasi mereka menyebar di seluruh dunia, terutama di perbatasan Argentina, Brasil, Paraguay dimana disana terkonsentrasi para imigran asal Arab," kata Inbar.Ditambahkan Inbar, menurut laporan intelejen yang dipelajarinya, saat ini unit-unit pasukan Hizbullah sedang merencanakan rangkaian serangan terhadap berbagai target milik Israel dan warga Yahudi.Namun menurutnya, penyerangan itu baru akan dilakukan ketika Hizbullah semakin terdesak di Libanon. "Mereka akan menunjukkan kemampuan mereka di tempat lain. Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah akan menunjukkan kepada Israel dan seluruh negara Arab bahwa mereka akan terus melakukan perlawanan," ungkapnya.Pemerintah Israel sendiri sejak pecahnya konflik terbuka antara Israel dengan Hizbullah sudah mengeluarkan travel warning kepada seluruh warganya. Warga Israel diminta untuk tidak mengunjungi negara-negara Arab dan Muslim lainnya dikarenakan ancaman penculikan dan pembunuhan yang akan dilakukan oleh Hizbullah.
(bal/)











































