Sederet Pembangunan Infrastruktur Papua di Pemerintahan Joko Widodo

ADVERTISEMENT

Sederet Pembangunan Infrastruktur Papua di Pemerintahan Joko Widodo

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 18:30 WIB
Pembangunan Infrastruktur di Papua
Foto: Kominfo
Jakarta -

Pemerintah terus mempercepat berbagai pembangunan dalam berbagai sektor di Papua. Selain mendukung kemajuan Papua, pembangunan berbagai sektor diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pembangunan yang bisa dilihat adalah dari segi pembangunan infrastruktur. Sebut saja Stadion Papua Bangkit dan Jembatan Youtefa yang telah berdiri megah di Papua. Papua juga dipercaya untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX.

Pembangunan pun dirasakan oleh masyarakat Papua. Seperti yang disampaikan Anis Wayag, salah seorang warga Kampung Welarek Kabupaten Yalimo yang memuji pembangunan jalan yang ada di Papua.

Ia menyatakan, dulu dia harus menghabiskan waktu hingga sebulan untuk berjalan kaki dari kampungnya ke Elelim, ibu kota Yalimo. Namun setelah ada Jalan Trans Papua, hanya butuh sehari saja untuk pergi ke sana.

"Ini jalan Jokowi. Jokowi kasih uang, terus jalan ini ada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11/2022).

Prioritas pemerintah dalam pembangunan jalan Trans Papua adalah memudahkan akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Bagi para pedagang atau wirausaha, misalnya, ongkos kirim barang dan ongkos BBM bisa dihemat dan mampu memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Infrastruktur jalan dan jembatan yang dibangun juga memudahkan masyarakat Papua dalam memperoleh akses terhadap fasilitas kesehatan. Seperti penanganan terhadap ibu hamil yang lebih cepat, sehingga mampu mengurangi angka kematian ibu hamil.

Apresiasi pembangunan di Papua juga datang dari Sekretaris Umum Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Wusabek Wantik yang memuji pembangunan infrastruktur di Papua yang dilakukan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

"Sekarang keadaan sudah mulai normal dan bagus. Saya melihat jalan-jalan sudah mulai macet, aktivitas transportasi darat, laut, dan udara juga sudah normal kembali, dan pasar-pasar sudah ramai," tuturnya.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, pemerintah juga berupaya menyesuaikan harga berbagai komoditas di Papua, contohnya adalah harga semen. Harga semen di Papua bisa mencapai 2 juta rupiah per saknya.

Namun kini, harganya bisa ditekan menjadi 500.000 hingga 650.000 rupiah saja per saknya. Sebab, Jalan Trans Papua membuat ongkos pengiriman lebih murah dan berpengaruh pada murahnya harga semen yang sebelumnya harus dibawa dengan pesawat.

Terkait pemekaran wilayah, banyak masyarakat Papua yang mendukung. Mereka melihat dengan adanya penambahan provinsi baru maka pembangunan akan lebih gencar lagi dan akan menguntungkan masyarakat.

Apresiasi atas pembangunan di Papua juga datang dari masyarakat Papua. Seperti masyarakat adat Wate di Kabupaten Nabire yang rela menghibahkan 75 hektare tanah adat untuk dijadikan kantor Gubernur Papua Tengah.

Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo menyatakan hibah tersebut adalah dukungan dari rakyat yang luar biasa. Bahkan rumah dinas Bupati juga direlakan untuk digunakan oleh Penjabat Gubernur nanti.

"Dukungan dari Masyarakat untuk mempercepat pembangunan DOB ini di luar dugaan, termasuk rumah dinas Bupati yang direlakan untuk digunakan Pj. Gubernur nanti," katanya beberapa waktu lalu.

Simak Video 'Penampakan Gedung PCYH, Wadah Kreativitas Anak Muda Papua':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT