Tinjau Lokasi Gempa Cianjur, JK Soroti Pengaturan Relawan

ADVERTISEMENT

Tinjau Lokasi Gempa Cianjur, JK Soroti Pengaturan Relawan

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 13:36 WIB
Jusuf Kalla di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat
Jusuf Kalla di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat (Rizky/detikcom)
Cianjur -

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meninjau sejumlah posko dan lokasi gempa di Cianjur, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, JK menyoroti soal pengaturan relawan yang ada di lokasi gempa.

"Harus diatur, karena kalau semua datang bersamaan (relawan), nanti malah susah cari makan. Tapi ini kita tetap bersyukur bahwa keinginan masyarakat saling membantu luar biasa. Itu niat baik luar biasa. Cuma teknisnya nanti juga dipahami," kata JK di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022).

Menurut JK, kebutuhan makanan di beberapa lokasi pengungsian sudah tercukupi. "Saya kira, dalam keadaan darurat, saya tanya di beberapa daerah itu makanan cukup, nanti ya paling besar itu revitalisasi, rekonstruksi," ujar JK.

JK lalu menyoroti kebutuhan air bersih. Apabila sumber air terganggu, dia meminta seluruh pihak untuk bekerja sama.

"Seperti yang saya katakan tadi, nanti ambulans itu hanya butuh lima hari. Tapi setelah itu air akan dibutuhkan kira-kira 6 bulan. Karena sumber air terbatas. Kalau tiba-tiba air putus, dibutuhkan kerja sama," tuturnya.

Kebutuhan terkait rehabilitasi bangunan warga yang rusak tak luput dari sorotannya. Dia akan berkoordinasi dengan PMI dan lembaga sosial terkait untuk kebutuhan itu.

"Berikutnya tentu rehabilitasi. Kita PMI dan lembaga sosial lainnya juga akan membantu apa kebutuhannya. Mungkin nanti kita koordinasikan. Ada yang bantu dari segi bahan bangunan, bekerja, tergantung," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, JK juga turut membagikan pengalamannya di penanganan bencana. Salah satunya apabila sudah tiga hari warga belum ditemukan, kemungkinan besar telah meninggal dunia.

"Kalau pencarian lewat tiga hari, boleh dikatakan 99 persen itu meninggal. Sekarang sudah hari ketiga, artinya apa yang dikatakan Pak Bupati yang hilang itu 99 persen kemungkinannya meninggal. Karena itu, kita harus siap-siap juga. Terkecuali hilang ke luar kota kita juga tidak tahu," ujarnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT