Kata Orang Medan, Mati Listrik di Jakarta Belum Seberapa
Senin, 24 Jul 2006 17:52 WIB
Jakarta -
Pemadaman bergilir oleh PLN di Jakarta membuat penghuninya kalang kabut, Senin (24/7/2006). Keluh kesah terdengar di mana-mana. Kerugian materiil dijamin tidaklah kecil.Namun, menurut sejumlah pembaca detikcom, listrik mati di Jakarta tidak seberapa dengan yang terjadi di luar Jawa. "Masih mending Jakarta cuma mati listrik 4 jam. Kalau di Pontianak seminggu tiga kali dari pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore," curhat Anten, warga Pontianak, lewat surat elektronik."Bayangkan kerugian kita di Pontianak. Sudah sering diprotes masyarakat Pontianak, tapi tetap saja begitu. Katanya pemeliharaan mesin, tapi sudah berlangsung bertahun-tahun," ujar Anten.Penilaian yang sama diungkapkan Andi, warga Medan. "Satu hal yang menjadi nilai tambah di Jakarta adalah PLN yang di sana masih memiliki sisa logika karena pemadaman yang dilakukan masih ada pemberitahuan sebelumnya," ujar Andi. "Coba bayangkan kalau anda tinggal di Medan. Tidak subuh, tidak pagi, tidak siang, tidak sore dan tidak malam maupun tengah malam, Anda pasti akan merasakan betapa tingginya selera humor PLN. Sekali padam minimal 2 jam, rata-rata 4 jam. Dan ini bukan terjadi insidentil tetapi setiap hari," cerita Andi.Hal ini menyebabkan Andi cs akrab dengan 'Perusahaan Lilin Negara' atau 'Perusahaan Genset Negara'. "Ini PLN Medan, Bung," sindir Andi.Sementara itu, pemadaman listrik di Jakarta menghambat produktivitas pekerja kantoran. "Di kantor saya, di Hayam Wuruk Plaza juga terjadi pemadaman listrik pada sekitar pukul 10 tadi pagi, membuat ruangan panas karena genset gedung tidak bisa mengangkat AC. Selain itu, pemadaman mendadak ini membuat sejumlah rekan kerja saya mengeluh karena banyak file yang belum di-save," ujar Ajenk. "Keadaaan lalu lintas menuju Harmoni juga macet panjang karena traffic light tidak berfungsi, sehingga kami yang ingin makan siang ke Gajah Mada Plaza terpaksa membatalkan niat. Syukurlah pada sekitar jam 14.20 WIB listrik berfungsi kembali, walaupun kembali ada "teriakan" dari kami karena listrik padam sejenak karena perpindahan dari genset ke PLN," tutur Ajenk.Audi Sayekti yang berkantor di Plaza Aminta,Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, juga melaporkan hal senada. "Kita juga listrik mati dari jam 12.00 WIB. Untung ada genset. Lampu nyala tapi, AC mati.""Sama saja kita berpeluh keringat padahal kerja jalan terus. Yaa terpaksa kerja sambil kipas-kipas padahal bolak balik print document nich, Jendela dibuka biar ada sedikit udara masuk tapi tetep saja panas," ujar Audi.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































