Penusukan Sopir TransJ di Jaktim, Polisi Duga Korban-Pelaku Saling Kenal

ADVERTISEMENT

Penusukan Sopir TransJ di Jaktim, Polisi Duga Korban-Pelaku Saling Kenal

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 11:56 WIB
The greatest fear, an intruder in the house.
Foto: iStock
Jakarta -

Polisi tengah menyelidiki kasus tewasnya sopir TransJakarta, Randi Pramono (30), usai ditusuk di daerah Ciracas, Jakarta Timur. Korban dan pelaku diduga saling kenal satu sama lain.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqqafi menegaskan korban tidak tewas akibat ulah komplotan begal. Pihaknya menemukan indikasi Randi dan dua orang terduga memiliki hubungan pertemanan.

"Pelaku bukan komplotan (begal), sepertinya antara korban dan pelaku kenal," kata Ahsanul saat dihubungi, Rabu (23/11/2022).

Peristiwa penusukan itu terjadi pada Selasa (22/11). Randi saat itu tengah dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai sopir TransJakarta.

Randi lalu tewas di lokasi usai menderita luka tusuk di dada. Ahsanul mengatakan identitas pelaku saat ini masih dalam penyelidikan.

"Lagi lidik (penyelidikan) pelakunya," terang Ahsanul.

Terlibat Cekcok

Dihubungi terpisah, Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan pelaku awalnya mengendarai sepeda motor menuju rumah. Setiba di Jl Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, pelaku dan korban terlibat adu mulut dengan dua orang misterius.

"Dari keterangan saksi yang melihat, tidak ada keributan, hanya obrolan biasa saja. Nggak lama obrolannya meningkat agak kencang," tutur Jupriono.

Tidak lama setelah cekcok tersebut, korban Randi ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan. Dua orang misterius itu pun langsung meninggalkan lokasi.

"Korban sudah tergeletak dengan luka tusuk di dada sebelah kanan dan diduga korban sudah meninggal dunia," katanya.

Jupriono mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Hasilnya, handphone milik korban tidak ditemukan.

Polisi menduga handphone korban turut diambil oleh para pelaku penusukan.

"Iya benar (handphone korban tidak ada di lokasi). Kita masih lakukan penyelidikan apakah ini memang motivasinya hanya sebatas ingin mengambil handphone apa ada masalah pribadi," tutur Jupriono.

Penyelidikan saat ini masih dilakukan kepolisian. Saksi-saksi dari keluarga dan teman korban akan dimintai keterangan.

"Ini masih kita telusuri dan kita cari orang-orang dekatnya dia yang sewaktu sebelum kejadian sempat cerita pernah ada masalah atau apa termasuk keluarganya," pungkas Jupriono.

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT