Merasa Dihina, Ribuan Guru Madina Ancam Mogok Mengajar

Merasa Dihina, Ribuan Guru Madina Ancam Mogok Mengajar

- detikNews
Senin, 24 Jul 2006 16:42 WIB
Medan - Ribuan guru SD, SLTP dan SMU/SMK di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Para guru terganggu dengan pernyataan seorang anggota DPRD Madina yang menghina para guru. Ancaman mogok mengajar itu dilakukan pada saat aksi demo, Senin (24/7/2006) di Gedung DPRD Madina di Panyabungan, sekitar 500 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara (Sumut). Sekitar 3.500 guru yang berasal dari berbagai sekolah ini mendatangi gedung dewan menuntut agar anggota DPRD Adnan Lubis meminta maaf kepada para guru karena ucapannya. "Jika dalam 2 X 24 jam tidak ada realisasi dari tuntutan kami, maka terhitung mulai 25 hingga 26 Juli, seluruh guru-guru se-Kabupaten Mandailing Natal akan mengadakan mogok mengajar dan tugas mendidik di Madina akan kami serahkan pada Adnan Lubis," ujar Mursal Lubis, salah seorang tokoh pendidik yang membacakan pernyataan sikap para guru. Menurut Mursal, aksi demo ini dilakukan sebagai reaksi atas pernyataan Adnan Lubis dari Fraksi Partai Bintang Reformasi DPRD Madina yang menuding bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional lalu telah terjadi pembodohan umat yang dilakukan para guru dan pengawas sehingga menghasilkan tingkat kelulusan mencapai 98 persen. Para guru, kata Mursal, sangat menyesalkan ucapan tersebut karena merupakan penghinaan terhadap kinerja guru di Madina. Sebab itu mereka meminta agar pernyataan itu dicabut kembali dan yang bersangkutan harus meminta maaf terhadap para guru melalui pernyataan tertulis di media massa. Setelah menyerahkan pernyataan sikap bersisi tuntutan itu kepada Ketua DPRD Madina Misbahuddin Batubara, massa kemudian membubarkan diri. Mereka menolak tawaran untuk berdialog, karena sudah kukuh dengan tuntutannya. (nrl/)


Berita Terkait