Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri: Kronologi Hingga Jumlah Korban

ADVERTISEMENT

Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri: Kronologi Hingga Jumlah Korban

Tim detikJateng - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 17:49 WIB
Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri membuat sebuah minibus terperosok ke area persawahan pada Senin (21/11/2022). Peristiwa itu menewaskan delapan orang.
Kecelakaan bus di Gunung Pegat Wonogiri (Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Jakarta -

Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri membuat sebuah minibus terperosok ke area persawahan pada Senin (21/11/2022). Peristiwa itu menewaskan delapan orang yang menjadi penumpang dalam minibus tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi kecelakaan maut itu? Simak informasinya di bawah ini.

Awal Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri

Dilansir detikJateng, kecelakaan minibus itu berlokasi di kawasan Gunung Pegat, Nguntoronadi, Wonogori, tepatnya di Jalan Dusun Kepuh kulon, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah. Insiden itu terjadi pada Senin (21/11/2022) malam.

"Kejadian kecelakaannya sekitar pukul 19.45 WIB," kata Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, Selasa (22/11).

Kecelakaan itu bermula saat kendaraan Micro Bus Ksu Panca Tunggal dengan nomor polisi AD 1684 BG berjalan dari arah barat ke timur (di jalan desa). Setelah sampai di TKP di jalan tanjakan-turunan, bus tersebut tidak kuat menanjak. Diketahui, jalan yang dilewati itu cor beton.

"Karena tidak mampu menanjak, pengemudi menarik rem tangan. Karena kondisi jalan cor beton licin, bus berjalan mundur dan tidak terkendali. Kemudian terperosok ke kaman dan masuk ke area persawahan," ungkap Dydit.

Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri membuat sebuah minibus terperosok ke area persawahan pada Senin (21/11/2022). Peristiwa itu menewaskan delapan orang.Kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri membuat sebuah minibus terperosok ke area persawahan pada Senin (21/11/2022). Peristiwa itu menewaskan delapan orang. (Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng)

Identitas Korban Kecelakaan

Kecelakaan minibus di Gunung Pegat Wonogiri menimbulkan delapan orang tewas dan sejumlah penumpang lain luka-luka. Berikut identitas para korban berdasarkan informasi dari detikJateng.

  • Korban Meninggal:
    1. Darmi (62) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    2. Sugiyatmi (37) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    3. Paikem (81) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    4. Marinah (72) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    5. Jiyem (53) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    6. Warsiyem (68) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    7. Sumirah (60) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    8. Sri Suwarni (46) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
  • Korban Luka-luka:
    1. Warsi (59) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    2. Tasya Salsabila (22) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    3. Siti Sumarti (54) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    4. Karsi (53) warga Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    5. Katinem (55). Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.
    6. Suparti (53). Dusun Bendungan Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.

Penumpang Minibus: Rombongan Tilik Bayi

Kepala dusun (Kadus) Bendungan Taryanto mengatakan jika penumpang dalam minibus itu adalah rombongan tilik bayi. Mereka adalah warga Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi.

"Warga kami yang mengalami kecelakaan itu merupakan rombongan tilik bayi. Itu tilikan bayi rumah waris (saudara), besan. Kejadiannya saat perjalanan pulang," kata Taryanto, Selasa (22/11).

Taryanto menambahkan jika warga yang meninggal itu adalah warga Bendungan yang tersebar di RT 002, RT 003, dan RT 004. Warga Bendungan yang meninggal dunia ada 7 orang, sedangkan satu korban tewas lainnya adalah warga Sambeng.

Polisi Jelaskan Kondisi Minibus: Tidak Layak Jalan, Kelebihan Kapasitas

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy mengungkapkan hasil analisa terkait kecelakaan yang menimpa minibus bernopol AD 1684 BG itu. Ternyata, minibus itu tidak layak jalan.

"Kondisi kendaraan KBM (kendaraan bermotor) bus KSU Panca Tunggal nopol AD 1684 BG tidak layak jalan, dengan kondisi uji KIR terakhir tertanggal 2 Maret 2021. Kondisi ban kiri belakang gundul," kata Iqbal, Selasa (22/11/2022)

Selain itu, minibus itu disebut kelebihan kapasitas. Saat kecelakaan di Gunung Pegat Wonogiri, kondisi jalan di TKP gelap dan licin.

"Kapasitas penumpang dalam buku uji sebanyak 14 orang, kemudian pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas memuat penumpang sebanyak 36 orang," jelas Iqbal.

(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT