Jaksa Cecar Eks Karyawan soal Awal Mula ACT Kelola Dana Ahli Waris Lion Air

ADVERTISEMENT

Jaksa Cecar Eks Karyawan soal Awal Mula ACT Kelola Dana Ahli Waris Lion Air

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 16:54 WIB
Eks Presiden ACT, Ahyudin menjalani sidang lanjutan kasus penggelapan dana ahli waris korban kecelakaan Lion Air 610. Sidang memasuki agenda pemeriksaan saksi.
Eks Presiden ACT Ahyudin Jalani Sidang Pemeriksaan Saksi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) mencecar mantan Manager Global Philanthropy Network Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Mohamad Faisol Amrullah perihal awal mula ACT bisa mengelola dana donasi dari Boeing untuk keluarga atau ahli waris korban kecelakaan Lion Air 610. Faisol mengatakan ACT telah direkomendasikan beberapa ahli waris untuk mengelola dana BCIF (Boeing Community Investment Fund), tapi kemudian keterangan itu diralat.

Hal itu terjadi saat sidang lanjutan kasus penggelapan dana ahli waris Lion Air dengan terdakwa mantan Presiden ACT Ahyudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022).

"ACT tahu dari mana ada dana BCIF?" tanya jaksa

"Dari Feinberg," jawab Faisol.

"Langsung? Bunyinya apa? Intinya saja?" tanya jaksa.

"Bahwa ACT telah direkomendasikan beberapa ahli waris untuk mengelola dana BCIF," jawab Faisol.

Jaksa mencecar Faisol terkait penambahan dari hanya ada 9 ahli waris untuk dikelola dananya oleh ACT menjadi 69 ahli waris. Faisol menjawab para ahli waris itu sendiri yang memilih ACT untuk mengelola dana.

"Waktu itu Feinberg meminta agar ACT membuat 9 proposal, di samping...," jawab Faisol.

"Kemudian jadi 69, 60 tambahan bagaimana caranya, apakah memang masyarakat korban menghubungi ACT atau ACT yang menghubungi ahli waris korban?" tanya jaksa.

"Terima kasih, Feinberg punya kewenangan mutlak untuk memutuskan dan formulir dari ahli waris," jawab Faisol.

"Iya, yang saya tanyakan kok bisa bertambah? Apakah ahli waris menunjuk ACT atau ACT yang menghubungi ahli waris? Atau Feinberg yang hubungi ACT? Kan saksi yang berhubungan dengan Feinberg?" cecar jaksa.

"Ahli waris yang memilih ACT," kata Faisol.

"Tahu dari mana?" tanya jaksa.

"Ada e-mail," kata Faisol.

Baca halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT