Progres Skywalk Lebak Bulus 96 Persen, Target Rampung Akhir Bulan Ini

ADVERTISEMENT

Progres Skywalk Lebak Bulus 96 Persen, Target Rampung Akhir Bulan Ini

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 15:32 WIB
Kawasan Lebak Bulus mulai disulap dengan metode transit oriented development atau TOD. Proyek senilai Rp 38 miliar ini dibangun tanpa kocek Pemprov DKI Jakarta.
Skywalk Lebak Bulus (A. Prasetia/detikcom)
Jakarta -

PT MRT Jakarta melaporkan saat ini pembangunan jembatan layang (skywalk) Simpang Temu Lebak Bulus mencapai 96 persen. Pembangunan ditargetkan rampung akhir bulan ini.

"Pembangunan jembatan layang (sky bridge) Simpang Temu Lebak Bulus terus dipercepat penyelesaiannya. Per 15 November 2022, pembangunan salah satu infrastruktur kawasan berorientasi transit tersebut telah mencapai 96 persen," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendi Alhial dalam keterangan tertulis, Selasa (22/11/2022).

Sejauh ini pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi reinstatement akses masuk ke Stasiun Lebak Bulus Grab, pembuatan trotoar, pemasangan ventilasi udara anti-tempias di jembatan, dan pekerjaan elektrikal. Nantinya jembatan sepanjang 307,5 meter itu akan menghubungkan bangunan Poin Square dan Stasiun Lebak Bulus Grab.

"Rencananya akan selesai pada akhir November 2022," jelasnya.

Selain jembatan layang, pihaknya membangun area transit (plaza transit) dan satu hub dalam satu kawasan tersebut. Pembangunan akan dilakukan oleh anak usaha MRT Jakarta, yakni PT Integrasi Transit Jakarta.

"Hub yang berada di dalam transit plaza memberikan akses nyaman dan aman bagi penumpang MRT Jakarta," ucapnya.

Jembatan layang tersebut diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pejalan kaki yang lalu lalang antara Stasiun Lebak Bulus Grab dengan pusat kegiatan di sekitarnya. Dia juga meyakini kehadiran jembatan akan mengurangi potensi konflik lalu lintas antara kendaraan bermotor dan pejalan kaki.

"Bangunan hub yang dibangun juga terdiri dari tiga lantai yang difungsikan sebagai titik temu. Nantinya akan dilengkapi dengan beragam gerai dan area parkir sepeda," terangnya.

Melalui Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 57 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Lebak Bulus, area seluas sekitar 76 hektare di Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah ditetapkan sebagai kawasan pembangunan berorientasi transit. Hal ini berarti lahan-lahan yang berada dalam radius 700 meter dari Stasiun Lebak Bulus Grab menjadi prioritas pengembangan dalam jangka pendek (0-3 tahun) dan menengah (4-7 tahun).

(taa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT