Bareskrim Musnahkan 269 Kg Sabu dari Hasil Penangkapan 7 Tersangka

ADVERTISEMENT

Bareskrim Musnahkan 269 Kg Sabu dari Hasil Penangkapan 7 Tersangka

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 14:56 WIB
Konpers pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di Bareskrim Polri
Konpers pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu di Bareskrim Polri. (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 269.707 gram atau 269,707 kilogram (kg). Barang bukti tersebut didapat dari penangkapan tujuh tersangka kasus narkoba.

Pemusnahan dilakukan di gedung Bareskrim Polri, Selasa (22/11/2022), dipimpin oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar. Penangkapan tujuh tersangka itu juga berkat kerja sama dengan pihak Bea dan Cukai.

"Ada tujuh orang tersangka dengan total barang bukti yang didapat jenis sabu," kata Krisno di lokasi, Selasa (22/11).

Krisno menyebut barang bukti dan tersangka ini terdiri dari empat kasus yang ditangani Polri. Dua di antaranya hasil tangkapan bersama Bea dan Cukai.

Kasus pertama pada 14 September 2022 dengan tersangka bernama Safwan Supardi alias Awan. Penangkapan tersangka di Riau itu mendapatkan barang bukti 21.283 gram sabu.

Kemudian, penangkapan kedua bersama Bea dan Cukai pada 7 Oktober 2022 dengan tersangka bernama Fatahillah. Dari penangkapan di wilayah Aceh itu didapat jumlah barang bukti 179.000 gram sabu.

"Penangkapan ketiga masih dengan Bea dan Cukai di Perairan Aceh Tamiang. Itu barang bukti yang didapat 50.000 gram sabu," ucapnya.

Dalam penangkapan ketiga itu, polisi meringkus 4 tersangka, yakni Marzani AR, Muhammad Reza, T Zulyandi, dan Hendra Khomani.

Lalu terakhir, penangkapan dilaksanakan di Sumatera Utara dengan tersangka Candra Saputra alias Carles. Dari tangan tersangka, berhasil didapat barang bukti sabu seberat 19.424 gram.

"Maka total jiwa yang dapat diselamatkan 1.078.828 jiwa," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, pemusnahan ini juga dihadiri oleh anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) UU Narkotika, Pangeran Khairul Saleh dan I Wayan Sudirta. Pangeran turut mengapresiasi penyimpanan barang bukti narkoba Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Menurut Pangeran, Polda dan Polres jajaran harus menyamakan kualitas penyimpanan barang bukti ini. Dia menyebut penyimpanan diterapkan dengan ketat sehingga pengamanan terjamin.

"Saya melihat gudang penyimpanan barang bukti narkoba ini sangat ketat sekali dan bagus, sistem pengamanannya luar biasa baik pencatatan, pengambilan penyimpanan dan pengeluaran barang bukti ini sangat bagus, dan saya berharap ini bisa menjadi contoh jajaran di bawahnya baik Polda maupun Polres," kata Pangeran.

"Jadi ke depan saya berharap Kepolisian Republik Indonesia bisa melihat gudang penyimpanan tadi, bisa menginstruksikan kepada Polda dan Polres untuk mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh Dirnarkoba," tambahnya.

(azh/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT