Satu Awak Heli MI2+ yang Jatuh di Pondok Cabe Meninggal
Senin, 24 Jul 2006 13:28 WIB
Jakarta -
Salah satu awak helikopter yang MI2+ yang jatuh di lapangan udara Pondok Cabe Selasa 18 Juli silam, AKP Martin Simanungkalit, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RS Thamrin, Jakarta.AKP Martin meninggal pada Senin 24 Juli dinihari pukul 03.00 WIB. Jenazah sekarang diterbangkan ke Medan melalui lapangan udara Pondok Cabe, Jakarta Selatan.Sebelumnya jenazah diberikan penghormatan terakhir di Pondok Cabe pada pukul 09.15 WIB. Selanjutnya diberangkatkan ke Medan pukul 12.00 WIB. "Martin adalah korban yang kondisinya paling stabil di antaranya kelimanya. Namun ternyata malah tidak tertolong," kata Kepala Badan Pembinaan Keamanan Mabes Polri Komjen Pol Ismerda Lebang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2006).Lebang menambahkan, Martin mengalami nasib naas saat mengambil sertifikasi pilot heli MI2+. "Sudah dicoba heli itu. Satu kali aman, dua kali aman, dan justru yang ketiga jatuh," ujar dia.Ditambahkannya, saat menarik power, alatnya justru loss dan akhirnya terbakar. Namun belum diketahui penyebab hilangnya power tersebut. "Sedang diselidiki tim," tandasnya.Sementara itu kelima korban lainnya yakni Kompol Dany Suhendar, calon pilot AKP Gunawan, mekanik Bripda Ambar Gatot, mekanik Bripda Mustaqin dan mekanik Bripda Sarlan, saat ini dikabarkan kondisinya semakin membaik. Mereka semua menderita luka bakar.
(san/)










































