Ferdy Sambo Akui Pernah Usut Keterlibatan Polisi di Tambang Ilegal Kaltim

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Akui Pernah Usut Keterlibatan Polisi di Tambang Ilegal Kaltim

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 13:17 WIB
Ferdy Sambo menjalani sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Sedangkan istrinya, Putri Candrawathi hadir virtual karena positif COVID-19, Selasa, 22/11/2022.
Foto: Ferdy Sambo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo buka suara perihal surat laporan divisinya sebelum dia dipecat, yang berisikan daftar pejabat Polri yang menerima aliran dana mafia tambang. Apa kata Sambo?

"Kan ada itu suratnya," kata Sambo yang saat ini duduk sebagai terdakwa pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022). Sambo ditanya mengenai apakah benar dia pernah melayangkan surat laporan perihal mafia tambang di Kalimantan Timur.

Sambo mengakui bahwa surat itu memang ada. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh.

"Ya sudah benar itu suratnya. Tanya ke pejabat yang berwenang, kan surat itu sudah ada," tutur Sambo.

Untuk diketahui, dilansir detikX, Divisi Propam Polri semasa dijabat Ferdy Sambo sempat mengusut mafia tambang ilegal yang menyeret Ismail Bolong, mantan anggota Polresta Samarinda, Kalimantan Timur. Pemeriksaan kala itu juga dilakukan terhadap Ismail Bolong.

Hasil temuan Biro Paminal itu kemudian disebut dilanjutkan Ferdy Sambo melalui surat rahasia bernomor R/1253/V/WAS.2.4./2022/Divpropam pada 7 April 2022. Dalam surat ini, dituangkan juga nama-nama perwira polisi yang diduga turut terlibat dalam jejaring mafia tambang ilegal.

Geger Ismail Bolong

Sebelumnya, Ismail Bolong membuat geger setelah sempat membuat pengakuan mengenai setoran Rp 6 miliar dari hasil pengepulan ilegal penambangan batu bara ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan sejumlah anggota kepolisian di Polda Kalimantan Timur. Tak lama kemudian, Ismail Bolong menarik testimoninya itu.

Ismail Bolong menegaskan tidak mengenal Kabareskrim. Dia juga menegaskan tidak pernah memberikan uang kepada petinggi Polri itu.

Dia mengatakan bahwa saat itu ditekan oleh Brigjen Hendra Kurniawan. Ismail Bolong mengaku diancam agar memberikan testimoni terkait Kabareskrim. Namun, pengakuan Ismail Bolong ini dibantah dengan tegas oleh Hendra Kurniawan yang saat ini juga menjadi terdakwa dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua.

(mae/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT