Dinkes DKI Belum Temukan Kasus Polio di Jakarta

ADVERTISEMENT

Dinkes DKI Belum Temukan Kasus Polio di Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 12:40 WIB
Suasana terkini Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (1/12). Kantor Gubernur DKI Jakarta terpaksa harus tutup pasca Anies Baswedan positif dinyatakan COVID-19 berdasarkan hasil tes usap yang dilakukan Senin (30/11).  Sementara itu gedung utama Balai Kota yang terpisah dari kantor Gubernur Anies Baswedan tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan kasus polio belum ditemukan di Ibu Kota usai pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus polio. Dinkes DKI juga melaporkan cakupan vaksinasi polio tahun ini berjalan baik.

"Belum ada kasus polio pada anak <15 tahun saat ini di DKI Jakarta, cakupan vaksinasi polio tetes dan suntik tahun 2022 baik," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama saat dikonfirmasi, Selasa (22/11/2022).

Ngabila juga menyampaikan saat ini pihaknya terus mengejar vaksinasi polio yang belum lengkap. Prinsipnya, pihaknya hendak memastikan setiap anak mendapat vaksin polio tetes 4 kali dan polio suntik 1 kali.

"Kami terus sweeping atau sisir atau kejar cakupan vaksinasi anak balita yang belum lengkap vaksinasinya," jelasnya.

Di samping itu, Dinkes DKI turut memperpanjang layanan vaksinasi dalam bulan imunisasi anak nasional (BIAN) hingga 31 Desember 2022. Program ini dilaksanakan di seluruh Puskesmas kecamatan Kota Jakarta.

Imunisasi BIAN sendiri mencakup imunisasi tambahan campak rubella, imunisasi kejar meliputi polio tetes, polio suntik, pentavalen untuk DPT, hepatitis B dan hemofilus influenza tipe B.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) polio seiring dengan penemuan satu kasus di Pidie, Aceh. Pemerintah Kabupaten Pidie menyebut pasien awalnya mengalami gejala demam di 6 Oktober 2022.

Keluhan tersebut dibarengi dengan kelemahan anggota gerak. Pasien akhirnya dibawa ke RS Teungku Chik di Tiro Sigli. Kemudian, sampel tinja anak diambil untuk dianalisis di laboratorium Prof Sri Oemijati, Jakarta.

"Pasien tidak pernah mendapat imunisasi apapun sebelumnya," terang Wahyudi Adisiswanto, Penjabat Bupati Pidie, dalam konferensi pers, Jumat (18/11/2022).

"Setelah pemeriksaan fisik dan laboratorium diketahui bahwa pasien terinfeksi virus polio," sambung Wahyudi.

Ketetapan KLB diberlakukan lantaran bahaya polio bisa memicu kelumpuhan permanen bahkan hingga kematian. Khususnya bagi anak berusia di bawah lima tahun yang belum divaksinasi polio.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut status polio sebelumnya memang sudah eradikasi. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk kembali ditetapkan KLB jika ditemukan kembali satu kasus terinfeksi polio.

"Memang sudah eradikasi tapi kalau satu kasus jadinya disebut KLB," tegas dr Nadia saat dihubungi detikcom Jumat (18/11).

(taa/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT