BNPB soal Beda Data Korban Tewas Gempa Cianjur: Itu Biasa Terjadi

ADVERTISEMENT

BNPB soal Beda Data Korban Tewas Gempa Cianjur: Itu Biasa Terjadi

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 12:17 WIB
Warga mengungsi di areal persawahan karena khawatir adanya gempa susulan di Kampung Cijedil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Data BNPB mencatat, hingga pukul 19.34 sebanyak 62 warga menjadi korban meninggal dunia dan 25 orang tercatat masih tertimbun reruntuhan akibat gempa dengan kekuatan 5,6 SR di Kabupaten Cianjur. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.
Suasana puing bangunan rusak akibat gempa Cianjur, 21 November 2022. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta -

Tadi malam, terjadi perbedaan data korban tewas gempa Cianjur. Ridwan Kamil menyebut ada 162 korban tewas, sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas masih 62 orang. BNPB menyatakan perbedaan data itu lumrah terjadi di kondisi bencana.

"Dalam 1x24 jam pertama sebelum posko darurat terbentuk di lokasi terdampak, maka perbedaan data dan siapa yang berbicara itu biasa terjadi," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/11/2022).

Kini, jumlah korban tewas yang dicatat BNPB sudah beranjak dari angka 62 orang. Sampai pukul 09.55 WIB, BNPB mencatat ada 103 orang meninggal dunia akibat gempa Cianjur. BNPB menegaskan otoritasnya sebagai lembaga yang berwenang menyampaikan informasi kebencanaan ini.

"Data resmi pemerintah terkait korban dan kerugian adalah data yang dirilis oleh BNPB," kata Abdul Muhari.

Perbedaan data tadi malam

Pada Senin (21/11) pukul 19.34 WIB tadi malam, BNPB menyatakan jumlah korban tewas gempa Cianjur mencapai 62 orang.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan informasi, jumlah korban tewas gempa Cianjur mencapai 162 orang.

Pukul 23.56 WIB, BNPB mengoreksi data yang disampaikan Ridwan Kamil tersebut. Menurut BNPB, data tersebut adalah hasil salah catat. Pada saat itu, jumlah korban yang dicatat BNPB belum bertambah.

"Angka BNPB 62 jiwa meninggal dunia," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kepada detikcom, empat menit menjelang pergantian hari tadi.

Dia menyatakan ada kesalahan pencatatan petugas di lapangan sehingga muncul angka 162 korban meninggal dunia di catatan BPBD Jawa Barat. Ini dipastikan Muhari setelah dia menggali informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Barat.

Awalnya, petugas BPBD Provinsi menerima laporan lisan dari perangkat desa ke BPBD Cianjur. Laporan lisan itu menyebutkan terdapat kurang lebih 100 unit rumah hancur dan kurang lebih 100 orang meninggal dunia.

Angka 'kurang lebih 100 jiwa meninggal dunia' dinyatakan tidak diasesmen lebih lanjut. Maka muncullah angka 162 orang tewas akibat gempa Cianjur.

Simak video 'Basarnas Ungkap Kendala Proses Evakuasi Korban Gempa di Cianjur':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT