Menag Ajak Warga Gelar Salat Gaib untuk Korban Tewas Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Menag Ajak Warga Gelar Salat Gaib untuk Korban Tewas Gempa Cianjur

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 10:45 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat melakukan salat gaib terhadap korban tewas gempa Cianjur, Jawa Barat. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan turut berduka atas banyaknya korban tewas dan luka-luka dalam peristiwa tersebut.

"Kita turut sedih dan berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita khususnya di Kabupaten Cianjur. Untuk itu, mari bersama-sama kita doakan mereka yang meninggal. Kepada korban luka juga semoga segera sembuh dan warga yang terdampak diberi kesabaran dan kekuatan," kata Menag Yaqut, dalam keterangannya, Selasa (22/10/2021).

Menag Yaqut juga mengajak umat Muslim secara khusus untuk menggelar salat gaib dan tahlil bagi para korban meninggal.

"Mari kita lakukan Salat Gaib. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt," tuturnya.

Selain itu, Yaqut juga mengajak masyarakat mendoakan proses evakuasi warga yang masih tertimbun rumah atau bangunan diberi kemudahan.
Hingga saat ini proses evakuasi sejumlah korban masih terus dilakukan. Di beberapa titik, evakuasi terkendala dengan terbatasnya alat hingga akses jalan yang sulit akibat longsor, perbukitan dan sebagainya.

"Tim gabungan baik dari BNPB, TNI, Polri dan lainnya telah turun ke lapangan. Mari doakan agar tugas mereka diberi kemudahan dan kelancaran sehingga semua korban bisa dievakuasi dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, gempa bumi Cianjur juga berdampak pada ribuan rumah dan bangunan yang rusak, termasuk sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, masjid, serta gedung perkantoran dan fasilitas kesehatan.

Yaqut menyebut pemerintah tengah berupaya untuk memberikan bantuan yang terbaik untuk penyintas gempa Cianjur, termasuk dalam memulihkan sarana prasarana yang terdampak.

"Pemerintah bersama masyarakat dan relawan segera memberikan bantuan, semoga diberikan kelancaran. Mari bantu semampu kita. Bantuan dana, barang, pikiran dan tenaga sangat berarti bagi para korban untuk membantu meringankan beban yang mereka rasakan saat ini. Kita ajak korban untuk sabar sekaligus bisa bangkit lagi," ucapnya.

"Kami di Kemenag juga tengah lakukan pendataan dan penyiapan bantuan, termasuk sarana ibadah dan juga sarana pendidikan agar para pelajar tetap bisa mendapatkan hak-hak pendidikannya, terlebih saat ini kalender pendidikan sudah memasuki akhir semester," sambungnya.

(yld/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT