Ryamizard & Tomy Winata Diperiksa Puspom Pekan Lalu

Ryamizard & Tomy Winata Diperiksa Puspom Pekan Lalu

- detikNews
Senin, 24 Jul 2006 11:44 WIB
Jakarta - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu telah dimintai keterangan Pusat Polisi Militer AD pekan lalu terkait 185 senjata milik almarhum Brigjen Koesmayadi. Begitu juga dengan pengusaha Tomy Winata. "Betul. Tapi Pak Ryamizard bukan diperiksa, melainkan dimintai keterangan. Justru beliau yang berinisiatif mengundang Puspom AD untuk mengajak bicara dan menjelaskannya," kata Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen Ricardo Siagian ketika dihubungi detikcom, Senin (24/7/2006).Ryamizard dimintai keterangan oleh Puspom AD tidak di markas Puspom AD. Sayangnya Ricardo mengaku tidak mengetahui di mana persis pertemuan itu, tapi yang jelas dilakukan minggu lalu.Ricardo mengaku tidak mengetahui siapa saja yang telah diperiksa selain Ryamizard. "Pada prinsipnya yang ada kaitannya dimintai keterangan," katanya.Ketika ditanya kapan hasil pemeriksaan kasus ini akan diumumkan, Ricardo menjawab, sesuai target yang dijanjikan Puspom AD bahwa penyelidikan akan selesai dalam waktu satu bulan ini atau bulan Agustus nanti. "Jadi kita dengar saja nanti," pintanya.Sementara itu Komandan Puspom AD Mayjen Hendardji Supandji belum bisa dimintai keterangan terkait hasil penyelidikannya itu. Setelah kasus penemuan ratusan senjata di rumah pribadi Koesmayadi, Hendardji selalu menghindar dari kejaran wartawan.Sedangkan sumber di lingkungan TNI menyebutkan, selain Ryamizard, pengusaha Tomy Winata juga telah dimintai keterangannya oleh Puspom AD pada minggu lalu. Keduanya merupakan sebagian dari puluhan saksi yang dimintai keterangan sebagai saksi, baik keluarga, teman dan sejumlah prajurit yang dekat dengan Koesmayadi.Museum SenjataSumber itu juga menyebutkan, Koesmayadi memiliki cita-cita untuk membuat museum senjata. Rencananya itu diketahui dari sejumlah saksi, termasuk keluarga dan teman dekat Koesmayadi yang telah dimintai keterangan Puspom AD.Dari 185 senjata yang dikoleksi Koesmayadi, jenisnya macam-macam. Di antaranya adalah peninggalan Perang Dunia II."Jadi arahnya memang kelihatan sebagai kolektor yang akan membuat museum," terang sumber yang tak mau disebutkan namanya itu. (zal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads