SBY Rapat Energi Alternatif

SBY Rapat Energi Alternatif

- detikNews
Senin, 24 Jul 2006 11:23 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat membahas masalah energi alternatif. Rapat ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik yang tidak lagi mengandalkan bahan bakar minyak (BBM).Rapat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7/2006), dihadiri oleh sejumlah menteri seperti Menneg Ristek, Menneg BUMN, Menneg Koperasi dan UKM, Menteri ESDM, Seskab dan Mensesneg. Rapat juga dihadiri oleh pihak perbankan.Menurut Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, rapat akan menyinggung soal percepatan pembangunan pembangkit listrik dengan menggunakan sumber energi batubara dan gas."Sekarang ini 60 persen pembangkit listrik kita menggunakan diesel. Karena harga minyak bumi sangat tinggi, akibatnya pemerintah terus menerus mengeluarkan subsidi untuk listrik dan itu membebani APBN," kata Yusril sebelum rapat di Gedung Setneg, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.Menurut dia, untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik itu, pemerintah akan menggandeng perbankan untuk ikut berinvestasi. Sebab pembangunan tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar. "Jadi selain penggunaan gas dan batubara untuk pengganti listrik, kita mau mempercepat dalam waktu 3 tahun ke depan untuk mendevelop energi baru perlu investasi yang besar," kata dia.Yusril juga berharap perbankan serius karena selama ini minyak bumi di Indonesia langsung ditambang begitu saja tanpa melihat dampaknya terhadap masyarakat. "Kita memang memprogramkan bahan bakar untuk kendaraan yang bebas polusi, karena itu maka akan mengarah biodisesl yakni menggunakan kelapa sawit, jarak dan sejenisnya termasuk ethaniol," terang Mensesneg.Ditambahkan dia, pada 2008 nanti diharapkan Indonseia akan menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah membicarakan harga minyak sawit dan akan memperoduksi minyak sawit menjadi bahan bakar, dengan demikian akan mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan memperoleh pendapatan baru.Rapat di Gedung Setneg ini dimulai pukul 10.00 WIB. Wapres Jusuf Kalla juga hadir sekitar pukul 10.45 WIB. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads