Sappurata Desak Komite Sekolah Dibubarkan

Sappurata Desak Komite Sekolah Dibubarkan

- detikNews
Senin, 24 Jul 2006 11:22 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 50-an orang pelajar dan wali murid yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Pelajar Peduli Orangtua (Sappurata) menggelar unjuk rasa menuntut dibubarkannya Komite Sekolah dan diberikannya pendidikan murah bagi siswa korban gempa di Yogyakarta. Mereka juga mendesak Gubernur DIY mengeluarkan Perda sekolah gratis.Aksi Sappurata dimulai pukul 09.30 WIB di halaman Gedung DPRD DIY Jl Malioboro, Yogyakarta. Dalam aksi ini mereka membawa sebuah replika gedung sekolah yang terbuat dari gabus bertuliskan "sekolah busuk". Mereka juga membawa sejumlah poster, diantaranya bertuliskan "siswa bukan mesin uang", "bubarkan Komite Sekolah", dan "Komite Sekolah boneka cantik berbisa kobra".Muhammad Nasrun, salah seorang koordinator aksi dalam orasinya menyatakan banyak orang tua siswa korban gempa di Yogyakarta saat mendaftarkan anak-anak mereka ke sejumlah sekolah ditarik pungutan yang cukup tinggi, seperti uang gedung dan uang seragam.Penarikan sumbangan tersebut besarnya bervariasi berkisar Rp 1-5 juta. Bahkan ada sekolah sebuah favorit yang meminta uang sumbangan mencapai Rp 8 juta.Meski ada beberapa sekolah yang memberikan keringanan dengan mensyaratkan surat keterangan korban gempa yang disahkan RT, RW hingga kelurahan, namun prosedur itu dinilai memberatkan dan dinilai terlalu mengada-ada."Kami meminta Komite Sekolah dibubarkan. Bagi para PNS ataupun guru yang tidak bisa mengabdi kepada masyarakat lebih baik mundur," seru Nasrun, Senin (24/7/2006).Dalam aksi tersebut massa terus menerus meneriakkan yel-yel "sekolah busuk segera dibubarkan". Mereka mengakhiri orasi dengan membakar replika gedung sekolah dan poster yang mereka bawa.Kedatangan mereka ditemui sejumlah anggota DPRD DIY, diantaranya Wakil Ketua DPRD DIY Agus Sulistiyono, dan anggota Komisi D Basuki AR, Afnan Hadi Kusumo, dan Arif Rahman Hakim.Kepada anggota dewan, mereka meminta agar mereka lebih peka dalam menanggapi persoalan pendidikan terutama berkaitan ditariknya pungutan di beberapa sekolah.Mereka juga mendesak agar dewan membantu warga korban gempa agar uang yang dibayarkan kepada sekolah dapat dikembalikan. (fjr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads