Pengacara Irjen Teddy Tuding AKBP Doddy Berlindung di Balik 'Perintah Atasan'

ADVERTISEMENT

Pengacara Irjen Teddy Tuding AKBP Doddy Berlindung di Balik 'Perintah Atasan'

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 11:02 WIB
Jakarta -

Irjen Teddy Minahasa dan AKBP Doddy Prawiranegara saling bantah soal sabu 5 kilogram yang diduga digelapkan dan dijual di Kampung Bahari, Jakut. Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris, menuding AKBP Doddy berlindung di balik 'perintah atasan' untuk melempar tanggung jawab kepada kliennya.

"Ini mirip-mirip seperti kasus lain, 'perintah atasan' untuk sebagai alasan pemaaf. Ya, itu," ujar Hotman Paris di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Hotman menduga AKBP Doddy menggunakan dalih 'perintah atasan' untuk mengkambinghitamkan Irjen Teddy Minahasa. Padahal, ia mengklaim, chat Teddy Minahasa ke Doddy soal 'sabu ganti tawas' hanya bercandaan.

"Sesudah dia (Doddy) ketangkap, maka dia pakailah dalil seolah-olah ini perintah atasan. Itu adalah dalil yang semula," katanya.

"Misalnya mengenai canda-canda mengenai tawas (cek) itu disalahgunakan dipakai sebagai alasan seolah-olah itu perintah atasan," tambahnya.

Menurut Hotman Paris, Doddy Prawiranegara berlindung di balik kata-kata 'perintah atasan' untuk meringankan tuduhan terhadap mantan Kapolres Bukittinggi itu.

"Karena tujuan dia untuk meringankan dia. Lagi pula sekiranya pun, ini sekiranya, sekiranya pun ada permintaan dari atasan, masa seorang letnan kolonel mau jual beli sabu," katanya.

"Apakah itu bisa dikatakan benar atau nggak? Sekiranya pun ya. Anggap sekiranya benar. Bisa nggak dimaafkan seorang letnan kolonel? Nggak bisa dong," lanjut Hotman.

Sebelumnya, kuasa hukum AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel, angkat bicara. Menurutnya, sebuah hal mustahil jika Doddy Prawiranegara menjual barang bukti sabu tanpa perintah Teddy Minahasa.

"Saya mau sampaikan juga prestasinya Pak Doddy. Dia kan salah satu orang yang berprestasi di kepolisian, dia menangani kasus pembunuhan di Kuta, dan menolak Rp 10 miliar, saya rasa nggak mungkin dia melakukan itu kalau tidak atas perintah Pak TM. Secara fakta, saya lihat memang jelas," lanjutnya.

(mei/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT