Pakar Politik dari AS Bicara soal Islam Sejalan dengan Demokrasi

ADVERTISEMENT

Pakar Politik dari AS Bicara soal Islam Sejalan dengan Demokrasi

Dwi Rahmawati - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 20:49 WIB
Ahli Politik Islam dari Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat, Dr. Eunsook Jung, bicara tentang Islam dan demokrasi
Foto: Ahli Politik Islam dari Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat, Dr. Eunsook Jung, bicara tentang Islam dan demokrasi (Dwi Rahmawati/detik)
Jakarta -

Ahli Politik Islam dari Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat, Dr. Eunsook Jung, bicara tentang Islam dan demokrasi. Dia mengatakan banyak negara yang mengalami kemunduran demokrasi. Hal tersebut juga menjadi tantangan di Indonesia.

Jung memberikan pemaparan di acara bertajuk 'Apakah Islam masih sejalan dengan demokrasi di Indonesia'. Diskusi terlaksana di Universitas Paramadina dan dihadiri oleh sejumlah akademisi kampus.

Eunsook Jung menyebut jika Islam masih sesuai dengan sistem demokrasi yang berjalan. Menurutnya demokrasi bisa diciptakan di mana pun.

"Jawaban saya iya, Islam masih sejalan dengan demokrasi. Agama lain juga cocok dengan demokrasi, dan demokrasi bisa diciptakan di mana pun di dunia ini," papar Jung di Ruang Granada, Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2022).

Meski demikian Jung menyebut tak ada demokrasi yang sempurna. Di tahun 1950, misalnya, Korea Selatan sempat dituding tak akan menjadi negara yang maju.

"Pada tahun 1950-an orang melihat Korea dan mereka menyebut negara ini tidak memiliki masa depan. Namun sekarang Anda melihatnya berbeda," kata dia.

Namun, tak dipungkiri, saat ini kemunduran demokrasi menjadi suatu hal yang menghantui banyak negara. Menurutnya, kemunduran demokrasi sudah terjadi sejak 2006.

"Kemunduran demografi atau democratic regression terjadi di mana-mana atau di banyak negara di dunia sejak 2006. Jadi Indonesia nggak sendiri atau merasa khawatir atas demokrasi di masa depan," kata Jung.

Di negara demokrasi seperti USA contohnya, permasalahan demokrasi juga terjadi. Hal sama juga dirasakan oleh Korea Selatan.

"Ini nggak hanya terjadi di Indonesia tapi di negara yang saya cintai, ini juga terjadi di Korea Selatan, juga kejadian di USA. Itu hanya beberapa contoh, tapi sebenarnya terjadi di mana pun. Bahkan bisa terjadi di negara yang sistem demokrasinya sudah ada sejak lama. Seperti Amerika yang punya sejarah panjang (demokrasi) daripada negara lain," katanya.

Jung menyebut jika kemunduran demokrasi bisa disebabkan karena politisi terpilih. Keputusan yang membatasi atau mengekang kebebasan sipil akhirnya melemahkan sistem demokrasi itu.

"Di tahun Trump saya masih mengingat beberapa teman saya bilang 'Demokrasi di Amerika akan tetap utuh karena kita mempunyai sejarah institusi yang panjang'. Tapi, saat Trump terpilih apa yang terjadi?," tanya Jung.

"Begitu Trump terpilih dia melarang Muslim (untuk masuk) dari beberapa negara tertentu. Itu perintah pertamanya, dan masih banyak yang lain," jelasnya.

Ia lantas mengatakan jika ada cara untuk mengatasi masalah kemunduran demokrasi, yakni bagaimana politisi pemerintah tak melakukan tindakan intoleransi.

Hal serupa juga diungkap Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Dr. Sunaryo. Ia mengatakan kemunduran demokrasi di Indonesia bisa terjadi karena aturan tertentu yang dibuat pemerintah.

"Secara umum barangkali kita perlu melihat, pelemahan kelompok-kelompok civil society yang tidak lagi bisa bicara secara vokal. Tentu saja karena aturan dan UU yang kita buat sendiri. Mulai dari UU ITE, kemudian barangkali UU Ormas yang itu cukup melemahkan kelompok-kelompok civil society," turut Sunaryo.

Ia menyebut dari permukaan mungkin terlihat tak ada masalah serius antara Islam dan demokrasi. Namun, untuk menjadi bagian dari sana diperlukan sebuah komitmen dan perjuangan.

"Untuk menjadi seorang demokrat itu butuh komitmen, butuh perjuangan. Karena kalau tidak, seorang demokratpun bisa menjadi seorang otoriter. Jadi itu bisa terjadi di banyak tempat," tandasnya.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT