Kapolda Metro Libatkan Ahli Forensik UI Usut Kasus Keluarga Tewas 'Mengering'

ADVERTISEMENT

Kapolda Metro Libatkan Ahli Forensik UI Usut Kasus Keluarga Tewas 'Mengering'

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 20:15 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran
Irjen Fadil Imran (Foto: dok Andhika Lingga/detikcom)
Jakarta -

Penyelidikan kasus satu keluarga yang ditemukan tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat, terus dilakukan. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran melakukan pertemuan dengan sejumlah ahli kedokteran forensik dengan harapan dapat segera memecahkan teka-teki kasus ini.

"Mudah-mudahan dengan forum ilmiah ini semua teka-teki bisa kita jawab secara scientific sehingga bisa terungkap sejelas-jelasnya," ujar Fadil dalam video yang diunggah di laman Instagram pribadinya, Minggu (20/11/2022).

Dia berharap agar kasus kematian keluarga mengering di Kalideres dapat menjadi laboratorium kriminal Polda Metro Jaya. Di mana antara polisi dan ahli forensik Universitas Indonesia bisa saling bekerja sama.

"Kalau bicara perlukaan apakah luka benda tajam dan sebagainya itu nggak bisa imagining gitu harus didatangi langsung dan banyak hal lain lah yang berkaitan dengan kedokteran forensik yang sebenernya menjadi bantuan utama buat kita," jelas Fadil.

"Dalam menangani kasus di Kalideres saya meminta agar teman-teman selalu mengedepankan scientific crime investigation, selalu melibatkan tim ahli dan bekerja sesuai dengan standar keilmuan yang ada. Semoga kasus ini segera mendapatkan titik terang mengenai sebab kematian berdasarkan data dan fakta yang ada," lanjutnya.

Sebelumnya, polisi menemukan gunungan sampah di dalam rumah kasus sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

"Saya belum bisa sampaikan ya kalau kaitan dengan itu karena nanti mengarah kepada hasil pada labfor semua kan. Kandungan makanan yang ada di dalam tubuh, terakhir kapan asupan itu masuk," jelas Zulpan saat dihubungi, Minggu (20/11).

Hingga kini, polisi belum menemukan kaitan temuan gunung sampah tersebut dengan asupan makanan yang sempat keluarga tersebut konsumsi.

"Nah itu apa hasil labfor apakah menemukan memang sudah sekian hari tidak ada asupan makanan yang masuk, itu bisa ditemukan dalam labfor," jelas Zulpan.

"Nah itu sedang kita tunggu sehingga nanti bisa ditemukan dalam labfor itu matinya katakan misal karena sudah 30 hari tidak ada asupan makanan yang masuk, misal begitu," sambungnya.

(ain/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT