Saling Serang Kubu Teddy Minahasa vs AKBP Doddy soal Dalang Kasus Sabu

ADVERTISEMENT

Saling Serang Kubu Teddy Minahasa vs AKBP Doddy soal Dalang Kasus Sabu

Karin Nur Secha, Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 19:33 WIB
Profil AKBP Doddy Prawiranegara
AKBP Doddy Prawiranegara (kiri) (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kubu Irjen Teddy Minahasa dan AKBP Doddy Prawiranegara saling serang soal kasus narkoba yang menjerat keduanya. Kedua kubu saling tuduh soal dalang atau mastermind dari kasus tersebut.

Serangan mulanya dilancarkan oleh pengacara Irjen Teddy, Hotmat Paris. Hotman meyakini kliennya tak bersalah dan menilai AKBP Doddy sebagai mastermind kasus sabu.

"Jadi janganlah berkedok sebagai perintah atasan tapi sebenarnya dialah mastermind-nya ini," kata Hotman Paris saat dihubungi, Sabtu (19/11/2022).

Hotman mengatakan Teddy merupakan korban dalam kasus ini. Terlebih, kata Hotman, bukti sabu yang diamankan saat penangkapan berada di kantor dan rumah Doddy.

"Ditemukan di rumah dia, penangkapan di Bukittinggi dia yang nyimpan di kantor Kapolres, penangkapan di Jakarta pun di rumah dia," kata Hotman.

"Jadi Teddy adalah korban di sini," ujarnya.

Hotman lantas meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadikan Teddy Minahasa sebagai tahanan luar. Sebab, menurutnya, tidak ada bukti jelas keterlibatan Teddy Minahasa dalam kasus pengedaran narkoba.

"Imbauan saya pada Kapolri agar untuk sekarang ini segera tahanan luar dulu si Teddy. karena setidak-tidaknya penuh dengan ketidakjelasan. Tidak ada bukti yang telak, seorang pengedar narkoba harus nyata-nyata dia menyimpan narkoba tersebut, dia saja hanya melihat narkoba tersebut saat rilis. Jadi Kapolri segera minimum tahanan luar dulu lah, kasihan dia itu jenderal yang karirnya lagi baik tiba-tiba hancur begini," tuturnya.

Simak juga video 'Hotman Paris Sebut Chat Teddy Minahasa Minta Sabu Ganti Tawas Cuma Candaan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak balasan kubu AKBP Doddy pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT